detikBali

Ratusan Rumah di Adonara Timur Rusak Akibat Gempa, 20 Warga Terluka

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ratusan Rumah di Adonara Timur Rusak Akibat Gempa, 20 Warga Terluka


Sui Suadnyana, Yurgo Purab - detikBali

Salah satu rumah warga di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, rusak akibat gempa. (Dok. warga)
Foto: Salah satu rumah warga di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, rusak akibat gempa. (Dok. warga)
Flores Timur -

Ratusan rumah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat gempa. Rumah-rumah itu rusak setelah gempa terjadi hingga 60 kali sejak Rabu malam (8/4/2026) hingga Kamis pagi (9/4/2026).

"Ini terdampak yang agak parah di Desa Terong dan Desa Lamahala, total kedua desa sudah seratusan, datanya masih bergerak," kata Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, kepada detikBali, Kamis pagi (9/4/2026).

Ismail mengungkapkan sebanyak 20 warga Desa Terong dan Desa Lamahala juga mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Masing-masing ada 15 warga dari Desa Terong dan 5 orang dari Desa Lamahala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengungkapkan gempa bumi utama berkekuatan 4,7 Magnitudo terjadi pada Rabu (8/4/2026) pukul 23.17 WIB. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.36° Lintang Selatan (LS) dan 123.15° Bujur Timur (BT), tepatnya berlokasi di darat berjarak 21 km Tenggara Larantuka-NTT pada kedalaman 5 kilometer (km).

ADVERTISEMENT

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Flotim III-IV, Lembata, dengan skala intensitas III MMI," ujar Arief.

Arief mengatakan gempa bumi susulan 3,8 Magnitudo terjadi pada Kamis (9/4/2026) pukul 04.54 WIB. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.44° LS dan 123.14° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 24 km Tenggara Larantuka-NTT pada kedalaman 3 KM.

Arief mengatakan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif yang merupakan rangkaian gempa bumi susulan 4,7 Magnitudo sebelumnya. "Jumlah gempa susulan hingga pukul 10.15 Wita, 60 kejadian," jelasnya.




(iws/iws)










Hide Ads