detikBali
Mataram

Viral Mobil MBG Dipakai Jemput Penumpang-Wisata, Pemilik Ngaku Khilaf

Terpopuler Koleksi Pilihan
Mataram

Viral Mobil MBG Dipakai Jemput Penumpang-Wisata, Pemilik Ngaku Khilaf


Ahmad Viqi - detikBali

Pemilik Mobil MBG viral dipakai jemput penumpang di Bandara Lombok berikan klarifikasi.
Pemilik Mobil MBG viral dipakai jemput penumpang di Bandara Lombok berikan klarifikasi. (Foto: Dok. Instagram @supiandi367)
Mataram -

Aksi mobil satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) program makan bergizi gratis (MBG) yang viral karena dipakai menjemput penumpang di Bandara Internasional Lombok menuai sorotan. Pemilik kendaraan akhirnya buka suara dan mengaku khilaf atas kejadian tersebut.

Video klarifikasi itu diunggah akun Instagram @supiandi367 berdurasi 4 menit 23 detik.

Wanita bernama Kalsum dalam video tersebut membantah mobil SPPG digunakan untuk kepentingan pribadi. Mobil Grand Max itu, kata Kalsum, masih dipersiapkan untuk bekerja sama dengan salah satu mitra SPPG di Lombok Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berita yang beredar media sosial penggunaan mobil MBG untuk kepentingan pribadi di Bandara Internasional Lombok ini perlu saya jelaskan bahwa mobil tersebut adalah milik saya yang memang saya persiapkan untuk bekerja sama dengan salah satu dapur di Lombok Timur," kata Kalsum dalam video itu dikutip, Jumat (3/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, mobil berwarna silver itu dipasangi stiker BGN dan SPPG sebagai bentuk persiapan bekerja sama dengan salah satu dapur MBG di Lombok Timur. Namun hingga saat ini mobil tersebut belum resmi dikerjasamakan atau digunakan dalam operasional MBG.

"Dikarenakan dapur yang akan memakai mobil saya ini masih dalam proses pembangunan dapur yang sekitar 80 baru selesai," ujarnya.

Kalsum yang mengenakan cadar mengeklaim mobil berstiker BGN dan SPPG itu dipinjamkan kepada cucunya, Supiandi, untuk menjemput ibunya yang baru pulang dari Malaysia.

Kalsum mengaku kejadian tersebut murni kekhilafan. Atas dasar itu, ia meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan.

"Ini terjadi karena kurang memahami. Bahwa mobil yang telah mempunyai stiker MBG tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan pribadi meski secara status belum resmi kerjasama," katanya.

"Saya dengan penuh kesadaran dan kerandahan hati membantah berita yang menyatakan bahwa mobil MBG digunakan untuk kepentingan pribadi karena faktanya mobil saya ini belum bekerjasama dengan pihak MBG. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak MBG atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian ini," lanjut dia.

Kalsum juga meminta maaf atas video yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia menyebut kejadian itu menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati.

"Saya minta maaf, kejadian ini jadi pelajaran ke saya untuk lebih berhati-hati dan memahami aturan yang berlaku ke depannya," katanya.

Mobil dengan nomor polisi DR 3622 KX itu masih dalam proses pengurusan administrasi dan belum beroperasi secara resmi. Menurutnya, mobil tersebut belum memiliki STNK karena baru keluar dari dealer dan masih menggunakan pelat percobaan.

"Jadi belum menjadi bagian dari operasional MBG," kata Kalsum.

Supiandi, pria dalam video viral yang merupakan cucu Kalsum, juga memohon maaf atas kejadian tersebut. Ia mengaku mobil itu digunakan untuk menjemput ibu kandungnya yang baru pulang dari Malaysia di Bandara Internasional Lombok.

"Saya memohon maaf kepada BGN kepada mitra yang akan menggunakan mobil ini dan kepada seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya.

Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah BGN NTB, Eko Prasetyo, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan setelah pemilik mobil memberikan klarifikasi melalui media sosial.

Menurutnya, berdasarkan video tersebut, mobil itu belum secara resmi terdata sebagai kendaraan yang disewakan di SPPG mana pun yang telah ditetapkan BGN.

"Berdasarkan pengakuan tersebut juga menyampaikan mobil itu disiapkan untuk calon SPPG (proses pembangunan). Mungkin ini jadi bahan evaluasi kami juga untuk kami sampaikan pimpinan terkait pengaturan stiker di mobil SPPG harus mencantumkan nama SPPG dan ID SPPG," tegasnya.

Ia menambahkan, langkah itu bertujuan memudahkan identifikasi seluruh kendaraan mitra BGN di masing-masing wilayah di Nusa Tenggara Barat.

"Sekarang kami sedang cek lokasi yang bersangkutan untuk kami verifikasi dan validasi dulu," pungkas Eko.




(dpw/dpw)










Hide Ads