Video 41 jemaah umrah asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial karena diduga terlantar di Mekkah, Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB langsung turun tangan menelusuri dan memanggil travel yang memberangkatkan.
Informasi itu pertama kali mencuat dari unggahan akun Facebook @Mataraminfo yang menyebut para jemaah ditelantarkan oleh pihak travel.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin membenarkan adanya informasi tersebut. Namun, dugaan penelantaran itu baru diketahui setelah pihaknya menelusuri travel yang memberangkatkan jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesungguhnya secara langsung kami tidak terima dari orang yang bersangkutan. Karena berita melalui medsos, banyak yang simpang siur. Setelah kami telusuri kemarin kepada yang menjalankan penyelenggaraan umroh ini adalah oleh PT Al Shofa Duta Mandiri," kata Amin ditemui di kantornya, Selasa (31/3/2026).
Amin menjelaskan, perjalanan ibadah umrah sepenuhnya dilaksanakan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Meski demikian, seluruh aktivitas tetap berada dalam pengawasan Kemenhaj.
"Jadi perjalanan sepenuhnya melalui PPIU atau travel yang bersangkutan," ujarnya.
Kemenhaj Panggil Travel
Amin mengatakan, Kemenhaj NTB telah memantau dan mengawasi setiap penyelenggaraan ibadah umrah. Pihaknya juga telah menyurati travel yang memberangkatkan jemaah tersebut.
"Kami sudah mengirim surat. Jadi sejak kemarin sudah menyampaikan surat kepada PT yang memberangkatkan jemaah ini. Dan kami telusuri jemaah ini dari mana, ternyata jemaah ini dari daerah Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat," tegas Amin.
Ia mengungkapkan, empat dari 41 jemaah sudah kembali ke Tanah Air. Sisanya dijadwalkan pulang pada 2 April 2026.
"Ada sebagian juga sedang proses menunggu juga untuk pemberangkatan kembali lagi ke Tanah Air dengan mempersiapkan tiketnya," katanya.
Amin menegaskan, informasi yang menyebut jemaah terlantar di salah satu lokasi di Mekkah tidak sepenuhnya benar. Video yang beredar memperlihatkan jemaah keluar dari hotel untuk pindah tempat menginap.
"Jadi mereka di hotel, sudah habis masa tinggalnya. Tetapi di medsos itu terlihat seperti ada jemaah yang terlantar," katanya.
Ia juga memastikan, lebih dari 2 ribu jemaah umrah asal NTB yang berada di Arab Saudi dalam kondisi aman, meski situasi konflik Amerika, Israel, dan Iran memanas.
"Kami pastikan tidak ada masalah," cetus Amin.
Kemenhaj NTB juga memanggil pihak travel untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.
"Besok kami sudah panggil untuk hadir besok. Untuk memberikan keterangan kepada kami seperti apa. Kronologi dan proses pemberangkatannya sampai ada informasi yang beredar di medsos sini. Kalau pun nanti ditemukan ada pelanggaran-pelanggaran yang tidak sesuai dengan prosedur, bisa saja, izin operasional pihak travel dicabut," jelasnya.
"Kalau ada pelanggaran kami akan memblokir daripada penyelenggara itu. Karena nanti akan kami deteksi di apa pada sistem pengawasan umrah Kementerian Haji dan Umrah," tegasnya.
Amin mengimbau masyarakat NTB agar memperhatikan sejumlah hal sebelum berangkat umrah, mulai dari legalitas travel, tiket pulang-pergi, jadwal keberangkatan dan kepulangan, hotel, hingga visa.