detikBali

2 Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon, Total Jadi 3 Orang

Terpopuler Koleksi Pilihan

2 Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon, Total Jadi 3 Orang


Rita Uli Hutapea - detikBali

A United Nations flag flies in the back of one of the armoured vehicles of the UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL) during a patrol around Marjayoun in south Lebanon on October 8, 2024. (Photo by AFP)
Bendera PBB terpasang pada kendaraan lapis baja UNIFIL di sekitar Marjayoun, Lebanon bagian selatan. Foto: AFP
Denpasar -

Militer Israel (IDF) menyatakan tengah menyelidiki dua insiden terpisah yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan. Satu prajurit gugur pada Minggu (29/3/2026) dan dua lagi gugur pada Senin (30/3/2026).

Dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram, IDF menyebut penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab insiden tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan Hizbullah atau aktivitas militer Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," tulis militer Israel di Telegram, Selasa (31/3/2026) dilansir detikNews.

IDF menambahkan, kejadian tersebut berlangsung di wilayah pertempuran aktif yang menjadi lokasi operasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Oleh karena itu, menurut mereka, belum dapat dipastikan bahwa korban dari pasukan UNIFIL disebabkan oleh serangan IDF.

ADVERTISEMENT

"Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," katanya, merujuk pada Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melaporkan dua prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia tewas pada Senin (30/3/2026) akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL dan menghancurkan kendaraan mereka. Dua prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

"Akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL dan menghancurkan kendaraan mereka," ujar PBB.

Insiden itu, menurut PBB, terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan. Serangan ini terjadi sehari setelah seorang prajurit penjaga perdamaian Indonesia lainnya tewas ketika sebuah proyektif menghantam markas misi di Ett Taibe pada Minggu (29/3/2026), kata PBB dalam situs resminya.

Kepala Operasi Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jean Pierre Lacroix, menyatakan "belasungkawa sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga tiga penjaga perdamaian UNIFIL yang tewas dalam dua hari terakhir".

PBB menyatakan sangat mengutuk serangan mematikan dalam dua hari berturut-turut tersebut terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon (UNIFIL).

"Para penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target," kata Lacroix kepada para jurnalis dalam jumpa pers di Markas Besar PBB di New York, dilansir BBC, Selasa (31/3/2026).

Baca selengkapnya di detikNews




(nor/nor)










Hide Ads
LIVE