detikBali

Prajurit TNI Tewas Dalam Serangan di Lebanon, PBB Bereaksi Keras

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Prajurit TNI Tewas Dalam Serangan di Lebanon, PBB Bereaksi Keras


Jabbar Ramdhani - detikBali

United Nations peacekeepers (UNIFIL) stand near their vehicles in Kfar Kila village near the border with Israel, southern Lebanon, October 8, 2023. REUTERS/Aziz Taher
Potret TNI Ikut Jaga Perdamaian di Perbatasan Lebanon-Israel. (Foto: REUTERS/AZIZ TAHER)
Denpasar -

Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) gugur dalam serangan di tengah memanasnya konflik di Lebanon selatan. Serangan artileri itu juga menyebabkan satu anggota TNI lainnya mengalami luka serius.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," demikian keterangan Sekjen PBB António Guterres lewat akun X-nya, Senin (30/3/2026).

Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Ia juga berharap penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih sepenuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban berdasarkan hukum internasional serta memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan serangan terjadi pada Minggu (29/3), saat posisi kontingen UNIFIL Indonesia berada di dekat wilayah Adchit Al Qusayr.

"Setelah tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," kata Kemlu di akun @Kemlu_RI.

Dalam insiden tersebut, satu penjaga perdamaian Indonesia meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami cedera.

Indonesia mengutuk keras serangan tersebut dan mendesak dilakukan penyelidikan yang menyeluruh serta transparan.

Kemlu juga menyampaikan penghormatan tertinggi kepada penjaga perdamaian yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional.




(dpw/dpw)










Hide Ads