Pembuatan 'topat agung' dalam perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram bukan perkara sederhana. Ketupat raksasa berukuran lebih dari 50 cm x 50 cm ini harus melalui proses panjang hingga 14 jam, dengan bahan khusus yang tak bisa diganti.
Topat agung menjadi ciri khas dalam perayaan Lebaran Topat. Namun, di balik ukurannya yang jumbo, proses pembuatannya jauh lebih rumit dibanding ketupat biasa.
"Tingkat kerumitan membuat topat agung ini sangat rumit, kalau kita bandingkan topat biasa. Kalau ketupat biasa kita pakai janur, tapi kalau topat agung ini khusus pakai daun lontar," kata Ana, salah seorang pembuat topat agung saat diwawancarai di Makam Bintaro, Sabtu (28/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah buat beberapa kali.Kami cari yang paling bagus. Dan topat agung yang sekarang yang sempurna," sambungnya.
Topat agung kali ini memiliki ukuran sekitar 40 cm x 40 cm dengan ketebalan lebih dari 40 cm.
"Permintaanya memang ukuran besar, karena khusus untuk topat agung. Kita buat topat ini cukup lama, dari jam 4 sore sampai jam 6 pagi. Benar-benar panjang prosesnya," tutur Ana.
Dari sisi bahan, pembuatan topat agung menggunakan sekitar 3 kilogram beras dan lebih dari 5 kilogram daun lontar agar anyaman tetap rapat.
"Kita pakai daun lontar biar erat, karena kalau pakai janur bisa renggang. Jadi, memang khusus pakai daun lontar untuk pembuatan ketupat agung. Selain membuat topat agung, kita juga buat 250 ketupat berukuran kecil," tandasnya.
Pemkot Mataram bakal memusatkan Lebaran Topat di dua titik, yakni Taman Loang Baloq dan Makam Bintaro. Kegiatan ini digelar pada hari ketujuh bulan Syawal atau sepekan setelah Idulfitri.
Perayaan diawali iringan lagu tradisional Sasak, tarian khas Lombok, serta shalawat nabi. Puncaknya adalah tradisi 'Ketupat Agung' atau memprebutkan ketupat raksasa.
Masyarakat yang hadir akan berebut ketupat berbagai ukuran, dari kecil hingga jumbo. Ketupat hasil rebutan itu kemudian dimakan bersama dalam tradisi 'begibung'.
Ketupat tersebut disantap dengan menu khas Lombok, seperti opor ayam, opor telur, ayam pelalah, sate bulayak, hingga sayur urap.