Dinkes Sebut Banyak Warga Mataram Alami Gangguan Pencernaan Usai Lebaran

Nathea Citra - detikBali
Kamis, 26 Mar 2026 13:18 WIB
Ilustrasi - Suasana pelayanan kesehatan di salah satu Puskesmas di Kota Mataram, NTB, beberapa waktu lalu. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Jumlah pasien yang mendatangi 11 Puskesmas di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meningkat pasca Hari Raya Idul Fitri 2026. Kebanyakan pasien mengeluhkan gangguan pencernaan seusai Lebaran.

"Pasien yang datang ada yang memperpanjang rujukan ke rumah sakit, ada juga yang dispepsia atau semacam maag. Lalu ada juga karena penyakit infeksi seperti tipes, ataupun ke poli gigi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Emirald Isfihan, Kamis (26/3/2026).

"Dari kemarin sudah langsung banyak pasien," imbuhnya.

Emirald menduga banyaknya pasien yang mengeluhkan gangguan pencernaan akibat pola makan yang salah. Kemudian, bisa juga karena makanan yang dikonsumsi selama libur Lebaran kurang higienis.

"Mungkin juga karena pola makan, makanya tadi ada dispepsia, yakni penyakit pencernaan. Termasuk juga salah satunya itu tifoid yang biasanya disebabkan oleh faktor makanan. Makanan yang kurang higienis, mungkin," imbuhnya.

Emirald tak menampik meningkatnya kunjungan pasien pada 11 Puskesmas di Mataram setelah Lebaran. Ia menyebut jumlah pasien mencapai 1.000 orang atau rata-rata sekitar 100 pasien di masing-masing Puskesmas.

"Lumayan ramai, rata-rata kunjungan di atas 100 pasien per Puskesmas. Keluhannya biasanya berkaitan dengan pencernaan, kemudian ada infeksi juga. Yang infeksi itu disebabkan karena faktor makanan," ujar Emirrald.



Simak Video "Video Solusi Energi di Jalur Mudik: Nikmati Layanan Fast Charging PLN di Rest Area km 228"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork