Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiagakan 177 puskesmas untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan pemudik tetap optimal selama masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri menegaskan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di NTB telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan seiring potensi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode mudik dan arus balik Lebaran.
"Ada 177 puskesmas dan 46 rumah sakit di seluruh wilayah NTB disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan pemudik," kata Fikri dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fikri menjelaskan fasilitas kesehatan tersebut harus memastikan layanan kegawatdaruratan selama 24 jam, dukungan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta kesiapan ambulans untuk penanganan rujukan.
Selain itu, Dinas Kesehatan NTB bersama dinas kesehatan kabupaten/kota menugaskan tenaga medis dan ambulans untuk bersiaga di pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang disiapkan aparat kepolisian di sejumlah titik jalur mudik.
"Kami juga minta penempatan tenaga medis ini dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan guna memberikan pelayanan kesehatan langsung bagi para pemudik," tegasnya.
Salah satu titik pelayanan kesehatan bagi pemudik juga disiapkan di Terminal Tipe A Mandalika dengan dukungan tim medis dari berbagai rumah sakit secara bergiliran selama masa arus mudik.
Layanan tersebut, kata dia, melibatkan sejumlah rumah sakit seperti Rumah Sakit Universitas Mataram, RSUD Moh. Ruslan Kota Mataram, RS Mandalika Provinsi NTB, serta beberapa rumah sakit lainnya yang turut menugaskan tenaga medis dan ambulans.
"Untuk memperkuat sistem penanganan kegawatdaruratan di lapangan, layanan Public Safety Center 119 juga dioptimalkan di 10 kabupaten/kota di NTB," kata Plt Direktur Utama RSUD NTB itu.
Selain kesiapsiagaan layanan, Dinas Kesehatan NTB juga melakukan pemantauan dan surveilans situasi khusus terhadap kejadian penyakit selama masa mudik untuk mengantisipasi potensi kejadian luar biasa maupun masalah kesehatan lainnya.
Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan NTB juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi awak bus di Terminal Mandalika sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan dan keselamatan perjalanan selama masa mudik Lebaran.
"Kami berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan tetap sehat. Kamk mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, memastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum berangkat, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan," tandasnya.
(dpw/dpw)










































