Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Emirad Isfihan memastikan layanan kesehatan di 11 puskesmas tetap berjalan optimal selama libur panjang sebelum dan sesudah Idul Fitri 2026. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga kelancaran operasional serta kesiapan tenaga medis.
"Kami sudah siapkan sistem shift-shift-an. Aman semua. Pelayanan tetap buka, kami alihkan semua ke IGD," kata Emirald saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (18/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emirad mengimbau masyarakat Kota Mataram tidak panik maupun khawatir karena layanan kesehatan tetap beroperasi selama masa libur panjang. Terutama bagi pasien yang membutuhkan kontrol rutin dan obat-obatan.
"Untuk kontrol-kontrol di IGD semua. Makanya kami harapkan supaya mereka juga, pasien-pasien kami dalam waktu seminggu ini untuk obat-obat kronis, mereka persiapkan sendiri," tuturnya.
Ia menegaskan, fasilitas kesehatan di Kota Mataram tetap tersedia dan siap melayani masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir.
"Insyaallah fasilitas kesehatan (faskes) kami terbuka lebar di Kota Mataram. Ada 16 rumah sakit, 11 puskesmas serta klinik-klinik lainnya. Saya kira fasilitas kita luar biasa di Kota Mataram ini," sambungnya.
Selain itu, Dinkes juga menyiagakan tim medis di sejumlah posko. Di antaranya dua posko utama yang berada di Jalan Udayana dan Lombok Epicentrum Mall.
"Tim kita standby di posko (terminal), dua posko utama di Udayana dan Epicentrum. Tenaga (medis) kami banyak dilibatkan di sana, kalau yang lain sifatnya kasuistik saja," pungkasnya.
40 Orang Manfaatkan Layanan Dukcapil Saat Libur Lebaran
Puluhan warga Kota Mataram memanfaatkan layanan administrasi kependudukan selama masa libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H. Hampir seluruh jenis layanan diserbu masyarakat pada hari pertama pembukaan layanan.
"Dari laporan pelayanan hari ini, Rabu (18/3/2026) siang ada 40 warga yang melakukan pelayanan di Dukcapil Mataram. Selama masa libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri, ada sekitar 11 personel yang standby," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Mansur, Rabu.
Ia merinci, layanan yang paling banyak diminati adalah pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dengan jumlah 21 pemohon. Untuk layanan lain, Kartu Keluarga (KK) 5 orang, KTP elektronik 21 orang, KIA 2 orang, akta kelahiran 5 orang, akta kematian 3 orang, perekaman KTP elektronik 3 orang, dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) 1 orang.
Mansur menegaskan, layanan administrasi kependudukan tetap dibuka selama masa libur nasional pada tanggal tertentu dengan jam operasional terbatas.
"Pelayanan tetap buka pada 18, 23, dan 24 Maret, mulai pukul 08.00-13.00 Wita," jelasnya.
Ia menambahkan, layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk sementara ditiadakan. Seluruh petugas dialihkan untuk memperkuat pelayanan di Kantor Dukcapil Kota Mataram.
Sebagai informasi, pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 tentang penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan sebelum dan sesudah hari libur keagamaan.
Dalam edaran tersebut, kebijakan work from anywhere (WFA) terkait Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 berlaku pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
(nor/nor)










































