Sebanyak 20 kamar asrama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatunnaja NW Repok Oat, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), ludes terbakar, Senin (23/3/2026) siang. Kejadian itu diduga dipicu korsleting listrik.
"Benar, tadi siang, sekitar pukul 11.00 Wita telah terjadi kebakaran bangunan semi permanen asrama santri di Ponpes Safinnatunnaja Repok Oak Dusun Perentek, Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah," kata Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, kepada detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brata menjelaskan kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang tiba-tiba melihat kepulan asap dari halaman asrama. Warga tersebut pun sontak berteriak meminta tolong untuk memadamkan api.
"Namun, karena area sekitar ponpes dalam keadaan sepi karena saat ini para santri sedang libur sehingga bantuan untuk memadamkan api yang makin membesar dilakukan oleh warga sekitar kompleks ponpes dengan alat seadanya," beber Brata.
Menurut Brata, api dengan cepat membakar 20 kamar santri dengan bahan bangunan semi permanen yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar, seperti bambu bedek. Terlebih, tim Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Tengah baru tiba di lokasi sekitar 1 jam setelah dihubungi. Mereka datang dengan dua mobil dan langsung melakukan pemadaman.
"Kejadian kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting arus pendek listrik. Hal tersebut diperkuat dengan adanya beberapa kabel listrik yang tidak standar terbakar di lokasi kejadian," ungkap Brata.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta.
"Adapun akibat kejadian tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, api membakar sekitar 20 kamar asrama santri putra dengan barang barang juga ikut terbakar seperti, buku,kitab, ijazah, lemari, kasur, dan pakaian milik santri," jelas Brata.