Kebakaran hebat terjadi di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (22/3/2026) dini hari. Sebanyak 31 rumah hangus dilalap api. Tragisnya, seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) bernama Solihin turut menjadi korban. Dia tewas tersengat listrik saat bertugas memadamkan api.
"Satu anggota gugur saat bertugas di lokasi kejadian. Dia terkena kabel listrik tegangan tinggi," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Sumbawa Sahabuddin saat dihubungi detikBali, Minggu (22/3/2026) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solihin diduga tak melihat ada kabel listrik bertegangan tinggi melintang saat sedang bertugas. Diketahui, Solihin sudah 16 tahun menjadi petugas damkar dan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas PKP Sumbawa pada 2023.
"Beliau bekerja sangat bertanggung jawab, disiplin. Karena itu almarhum dipercayakan jadi Danru (Komandan Regu) di Pos Damkar Alas," ujar Sahabuddin.
Diketahui, kebakaran hebat melanda pemukiman warga Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Sumbawa, pada Minggu dini hari. Puluhan rumah hangus dilalap si jago merah.
"Sekitar 31 rumah terbakar dan rata dengan tanah," ujar seorang warga, Junaidi Agang.
Belum diketahui secara pasti sumber api yang memicu terjadinya kebakaran tersebut. Namun, warga melihat api mulai berkobar pada salah satu rumah sekitar pukul 00.30 Wita, Minggu. Api terus membesar hingga menjalar ke rumah warga lain yang ada di sekitarnya.
"Sekitar 31 rumah terbakar dan rata dengan tanah," ujar salah seorang warga pada wartawan, Junaidi Agang.
Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran. Namun warga melihat api mulai berkobar pada salah satu rumah milik warga yang bernama H Nur sekitar pukul 00.30 Wita. Api tersebut terus membesar hingga menjalar ke rumah warga lain yang ada di sekitarnya.
Menurut Junaidi, keterbatasan alat pemadam kebakaran menjadi penyebab api terus membesar dan merambat ke rumah lain. Selain itu, kondisi rumah warga yang didominasi material kayu sehingga mudah terbakar.
Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya tiga jam setelahnya usai warga melakukan pemadaman secara mandiri dan dibantu oleh mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Alas.
"Api baru bisa dipadamkan setelah tiga jam terjadinya kebakaran, tidak ada Mobil Dinas Damkar yang datang karena jaraknya jauh sekitar 75 kilometer," tuturnya.
(hsa/hsa)










































