Penipuan layanan kependudukan kembali terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penipuan kali ini bermodus melengkapi administrasi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mataram sebagai syarat melengkapi pelunasan haji.
"Banyak warga yang datang ke Dukcapil, mereka datang kaitannya untuk pengurusan haji. Ada puluhan warga yang datang ke kami," kata Kepala Disdukcapil Mataram, Mansur, saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban penipuan didominasi orang tua. Menurut Mansur, warga dihubungi melalui telepon dan diminta melengkapi berbagai dokumen di Disdukcapil Mataram. Padahal, Disdukcapil Mataram tidak mempunyai tidak punya kepentingan soal haji. "Pola penipuannya, mereka terus dikejar-kejar dan ujung-ujungnya dimintai rekening untuk pelunasan haji," terang Mansur.
"Yang jelas kami dari Dukcapil Mataram tidak pernah memberikan pengumuman (melengkapi berkas haji). Kecuali, ada perekaman KTP. Bagi warga Kota Mataram, kami tidak pernah mengundang warga dalam rangka menyelesaikan administrasi kependudukan untuk kepentingan ibadah haji. Itu modus penipuan ya (waspada)," tegas Mansur.
Ana, salah seorang warga Mataram, mengaku mendapatkan pesan dari salah satu nomor dengan modus melengkapi berkas adminduk untuk keperluan haji di dukcapil.
"Saya dapat pesan itu, tetapi saya cuekin. Sejak kapan Dukcapil ngurus pelunasan haji. Fix sih itu penipuan. Jelang Lebaran memang banyak sekali modus penipuan dari A sampai Z. Kita wajib hati-hati. Jangan asal klik atau merespons," ucap Ana.
(dpw/dpw)










































