Kasus kucing rabies yang tergolong langka terjadi di Kelurahan Manumutin, Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama ini, serangan kucing rabies jarang terjadi meski termasuk hewan penular rabies (HPR). Tercatat, kasus rabies 98 persen ditularkan oleh anjing.
Serangan kucing rabies itu terjadi pada Minggu (15/3/2026). Para korban langsung mendapatkan penanganan pada hari yang sama setelah mengalami gigitan.
Korban Gigitan Sudah Ditangani
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yos Sudarso Dami, menjelaskan kejadian itu menyebabkan 11 orang menjadi korban gigitan kucing.
"Untuk 11 orang itu sudah tertangani semua, langsung ditangani hari itu juga, jadi kejadiannya sore-sore," ujar Yos, Senin (16/3/2026).
Yos menambahkan, seluruh korban telah ditangani oleh Dinas Kesehatan.
"Sementara untuk korban yang terkena gigitan yang telah ditangani oleh Dinas Kesehatan diberikan suntikan vaksinasi anti rabies di puskesmas," kata Yos.
Setelah menerima laporan dari warga, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk menangkap kucing tersebut.
"Selanjutnya petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Belu menuju lokasi bersama masyarakat serta lurah, camat dan BPBD menuju lokasi untuk menangkap kucing yang ada," jelasnya.
Hasil Rapid Test Positif Rabies
Kucing yang menggigit warga kemudian diperiksa di laboratorium kesehatan hewan milik Dinas Peternakan dan Perikanan Belu.
"Dari hasil pemeriksaan rapid test cepat didapatkan bahwa kucingnya positif rabies," ungkapnya.
Setelah kejadian tersebut, pihaknya melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui edukasi dan komunikasi terkait bahaya rabies.
Kami juga akan mengimbau kepada masyarakat juga untuk hewan-hewan seperti anjing, kucing, dan kera untuk segera dilaporkan sehingga petugas bisa melakukan vaksinasi.
Menurutnya, kucing tersebut memiliki pemilik, namun diduga terpapar rabies secara tiba-tiba.
"Kucing ini ada pemiliknya, namun mungkin tiba-tiba sudah terdampak dari anjing rabies atau gigitan lain yang mengakibatkan kucing itu rabies dan kemudian menggigit orang," lanjutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mengandangkan hewan yang berpotensi menyebarkan virus rabies.
"Hewan-hewan disita harus dikandangkan untuk sementara waktu agar memutus karena proses pencegahannya seperti itu," pungkasnya.
(hsa/hsa)










































