detikBali

2 Siswa SD Tertimbun Longsor Galian C di Sumba Barat Daya Ditemukan Tewas

Terpopuler Koleksi Pilihan

2 Siswa SD Tertimbun Longsor Galian C di Sumba Barat Daya Ditemukan Tewas


Yufengki Bria - detikBali

Proses pencarian dua korban longsor galian C di Kampung Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Sumba Barat Daya, NTT, Senin (16/3/2026). (Foto: Polres Sumba Barat Daya)
Proses pencarian dua korban longsor galian C di Kampung Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Sumba Barat Daya, NTT, Senin (16/3/2026). (Foto: Polres Sumba Barat Daya)
Kupang -

Dua siswa SD bernama Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7), ditemukan tewas tertimbun longsor galian C di Kampung Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua korban ditemukan malam tadi.

"Ya kedua korban anak yang tertimbun longsor tanah sirtu sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Kapolsek Wewewa Timur Ipda Adi Ariadi Amin kepada detikBali, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adi menuturkan Arjuna dan Sardianto ditemukan saat proses pencarian menggunakan eskavator. Proses pencarian juga melibatkan sejumlah anggota Polsek Wewewa Timur, Kodim 1629/Sumba Barat Daya, BPBD, dan masyarakat setempat.

Menurut Adi, kedua korban tersebut sudah dibawa dan disemayamkan di rumahnya masing-masing. Sementara itu, satu korban selamat bernama Anderias Bili masih menjalani perawatan medis akibat tertimpa material longsor di bagian kepalanya.

ADVERTISEMENT

"Untuk para korban meninggal sementara disemayamkan di rumahnya masing-masing. Kalau yang selamat itu masih perawatan medis," pungkas Adi.

Diberitakan sebelumnya, tiga warga tertimbun material galian C di Kampung Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Longsor di lokasi galian C tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita pada Senin (16/3).

Ketiga korban bernama Anderias Bili bersama dua siswa SD, yakni Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7). Anderias ditemukan selamat, sedangkan dua anak SD itu sempat dinyatakan hilang.

Kasi Humas Polres Sumba Barat Daya AKP Bernardus Mbili menuturkan peristiwa nahas itu bermula saat Anderias bersama dua bocah itu pergi menggali tanah untuk keperluan pembangunan gereja. Lokasinya tidak jauh dari rumah mereka.

Setibanya di lokasi, Anderias mulai menggali tanah. Sedangkan, Arjuna dan Sardianto bermain di lubang bekas galian. Menurut Bernardus, Anderias sempat menegur kedua anak SD itu agar tidak bermain di lubang bekas galian C.

Tak lama kemudian, material tanah tiba-tiba beruntuhan dan menimpa para ketiganya. Anderias Bili sempat menarik anaknya Juandri Saputra Inangele sehingga berhasil keluar dari lokasi longsor selamat. Sedangkan, Arjuna dan Sardianto sudah tertimbun.

Setelah kejadian tersebut, Anderias berupaya menggali tanah untuk menyelamatkan kedua korban yang tertimbun. Namun, longsor susulan kembali terjadi sehingga kepala Anderias terkena runtuhan batu.

Anderias bergegas menjauh dari lokasi longsor. Ia memutuskan untuk kembali ke rumah dan meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mencari Arjuna dan Sardianto yang tertimbun longsor.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads