Menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), diprotes orang tua siswa karena dinilai tak layak. Video yang memperlihatkan isi menu tersebut viral di Facebook dan memicu sorotan publik.
"Menu MBG lagi-lagi bermasalah. Semakin lama menunya semakin buruk," ungkap Agus Marsudi dalam unggahannya yang dilihat detikBali, Selasa (3/3/2026).
Dalam video itu, Agus merekam menu yang diterima anaknya di sekolah. Ia menunjukkan paket makanan yang berisi tiga butir kurma, satu potong kue basah, dan tempe orek.
"Ini menu SPPG Desa Matua Kecamatan Woja, berisi kurma tiga biji, satu kue basah dan tempe orek. Kalau dinilai ini tidak sampai Rp 5 ribu, kok semakin buruk ya," ujar Agus.
Agus mengatakan anaknya bersekolah di SD 17 Woja. Selama bulan puasa, anaknya tetap menerima menu MBG setiap hari dengan perkiraan nilai di bawah Rp 10 ribu.
Ia menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan anggaran besar yang dikucurkan pemerintah untuk program MBG.
"Inikan bisa mengundang kemarahan warga dan wali murid. Apalagi ini adalah hak siswa yang tidak terpenuhi," kata Agus.
Hingga berita ini ditulis, penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG Desa Matua, Kecamatan Woja, belum memberikan keterangan resmi terkait protes orang tua murid tersebut.
Simak Video "Video Kepala BGN Spill Menu MBG Selama Ramadan: Kurma hingga Pangan Lokal"
(dpw/dpw)