detikBali

Bupati Iron Wanti-wanti Para Kepsek Agar Tak Mudah Tergiur Uang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bupati Iron Wanti-wanti Para Kepsek Agar Tak Mudah Tergiur Uang


Sanusi Ardi W - detikBali

Suasana pelantikan 107 kepala sekolah dasar se-Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (2/3/2026). (Foto: Sanusi Ardi W/detikBali)
Suasana pelantikan 107 kepala sekolah dasar se-Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (2/3/2026). (Foto: Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin alias Iron mewanti-wanti para kepala sekolah (kepsek) untuk tidak mudah tergiur dengan uang. Hal itu dia sampaikan saat melantik 107 kepala sekolah dasar se-Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Iron awalnya meminta para kepsek untuk turut mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tanpa program MBG, dia berujar, para kepsek tidak akan mampu menyediakan makanan bagi para siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MBG ini harus Anda amankan karena Anda sendiri tidak mampu memberikan anak didik Anda makan. Mampu nggak? Nggak mampu. Sehingga harus dikawal, harus diawasi, harus diterima dengan baik," ujar Iron tersebut dalam sambutannya di hadapan para kepala sekolah di Lombok Timur, Senin (2/3/2026).

Iron mengeklaim program MBG sangat bermanfaat bagi peserta didik. Ia juga meminta para kepsek untuk menanamkan persepsi yang baik terhadap program pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Ketika program yang menguntungkan untuk anak didik kita, maka kita harus punya niat baik, harus punya pikiran bagus, pikiran bersih. Dukung programnya untuk siapa? Untuk rakyat kita, untuk anak didik kita. Kenapa? Karena kita sendiri nggak mampu melakukan itu," ujar Iron.

Iron lantas mengingatkan pada kepsek yang baru dilantik agar tidak mudah tergiur oleh uang. Terutama dalam mengelola dana bantuan operasional sekolah yang dipercayakan kepada sekolah.

"Ketika terima dana, berhati-hatilah. Jangan pernah tergiur dengan uang," imbuhnya.

Iron juga secara spesifik menyoroti anggaran revitalisasi sekolah yang harus dikelola dengan transparan dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar tidak ada pemotongan bahan bangunan atau pengurangan ukuran yang dapat merugikan negara.

"Anggaran revitalisasi harus ada pendampingan. Jangan kurangi bahan, kurangi ukuran, itu bisa merugikan negara," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Ahmad Nurul Watoni, mengungkapkan beberapa sekolah di wilayah pelosok masih belum mendapatkan MBG. Ia mengaku telah melayangkan surat ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar mengatensi pemenuhan gizi peserta didik di pelosok.

"Masih ada laporan yang belum menerima MBG termasuk di wilayah Jeringo karena di sana belum ada dapur. Kami sudah sampaikan ke BGN," pungkasnya.




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE