detikBali

Cegah LSD, Pemprov NTB Blokir Kiriman Ternak Sapi Asal Bali-Jawa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cegah LSD, Pemprov NTB Blokir Kiriman Ternak Sapi Asal Bali-Jawa


Ahmad Viqi - detikBali

Ilustrasi sapi di kandang kelompok peternak sapi Kapanewon Srandakan, Bantul.
Ilustrasi ternak sapi. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memblokir pengiriman ternak sapi dari Pulau Bali dan Jawa. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus lumpy skin disease (LSD) di Bumi Gora.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi, mengatakan saat ini NTB masih nihil kasus LSD. "Ya, kami blokir pengiriman dari Bali dari Jawa juga," kata Riadi, Kamis (5/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, pengiriman sapi dan kerbau dari NTB ke Bali dan Jawa masih tetap diperbolehkan. Riadi beralasan NTB masih berstatus hijau sehingga masih dapat mengirim ternak ke luar NTB.

"Kan kalau dari daerah hijau ke merah, itu kan boleh saja. Yang kami khawatirkan, LSD ini disebarkan oleh vektor penyakitnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Riadi meyebut vektor penyakit virus LSD belum bisa dikendalikan. Bisa saja virus menempel di bus malam, truk, hingga kendaraan lain yang melintas ke NTB.

"Nah ini yang paling kami khawatirkan. Sehingga kami minta teman-teman medis, para medis di posko pengawasan di pelabuhan itu melakukan pemantauan secara intensif," imbuhnya.

Saat ini, pemerintah NTB telah memperketat pengawasan jalur pengiriman hewan ternak di Pelabuhan Lembar. Pengawasan dilakukan bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK).

Di sisi lain, Riadi mengatakan pemerintah belum menyediakan vaksin LSD. Menurutnya, ternak sapi di NTB baru mendapat vaksin PMK.

Meski begitu, ia meminta para peternak untuk tidak khawatir jika ada hewan ternak terpapar LSD. Sebab, dia berujar, daging sapi yang terjangkit itu masih bisa dikonsumsi.

"Bisa, karena dia bukan zoonosis. Sama dengan PMK, kan bukan zoonosis," tegasnya.




(iws/iws)












Hide Ads