detikBali

Mataram Dikepung 10 Ribu Ton Sampah Imbas Pembatasan TPA Kebon Kongok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mataram Dikepung 10 Ribu Ton Sampah Imbas Pembatasan TPA Kebon Kongok


Nathea Citra - detikBali

Tumpukan sampah  di TPS Sansubaya, Kota Mataram, NTB, beberapa waktu lalu. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Tumpukan sampah di TPS Sansubaya, Kota Mataram, NTB, beberapa waktu lalu. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Kota Mataram dikepung sekitar 10 ribu ton sampah imbas pembatasan ritase pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat (Lobar), sejak Desember 2025. Akibatnya, aroma sampah kian menyengat dan dikeluhkan warga.

"Pantas saja aroma sampah di TPS ini (Sandubaya) menyengat. Ternyata memang masih dibatasi," kata Indah, salah seorang warga Mataram, Selasa (27/1/2026).

Indah mengaku, pasca pembatasan ritase pengiriman sampah ke TPA Kebon Kongok, sejumlah ruas jalan di Mataram dipenuhi tumpukan sampah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak titik, hari ini saja saya lihat ada tumpukan sampah di Pasar Karang Jasi, di Kekalik, bahkan di Pagutan," keluhnya.

ADVERTISEMENT

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan pembuangan sampah dari Mataram ke TPA Kebon Kongok hingga kini masih dibatasi ritase.

"Kita masih bisa membuang sampah, sesuai surat dari provinsi, yakni, satu ritase. Per hari itu sekitar 90-100 ton. Itu yang bisa kita buang," kata Nizar saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Nizar menjelaskan, sejak pembatasan ritase pada akhir Desember 2025, terdapat sekitar 10.200 ton sampah yang tidak bisa dibuang ke TPA Kebon Kongok.

"Sekarang ini sudah hampir dua bulan,170 ton dikali 2 bulan. Sampah-sampah itu tersebar di 5 TPS. TPS Bintaro, TPS Sandubaya, TPS Selagalas, TPS Lawata, dan TPS (Universitas) 45," terangnya.

Ia menambahkan, sekitar 10 ribu ton sampah yang menumpuk di lima TPS di Kota Mataram tersebut hingga kini belum bisa dibuang ke TPA Kebon Kongok.

"Belum bisa dicicil. Mau dibuang ke mana? TPA (Kebon Kongok) kan nggak bisa," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram diperkirakan rampung pada 2026. Fasilitas ini dipersiapkan untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Mataram yang sempat berstatus darurat, menyusul kebijakan buka tutup TPA Kebon Kongok, Lombok Barat.

Pembangunan TPST Kebon Talo yang berlokasi di Kecamatan Ampenan, Mataram, diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 97 miliar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah menyiapkan lahan sekitar 5 hektare untuk pembangunan TPST Kebon Talo. Namun, kebutuhan lahan TPST tersebut hanya sekitar 1,5 hektare. TPST Kebon Talo direncanakan mampu menampung sekitar 100-120 ton sampah per hari.

Sebagai informasi, volume sampah yang dihasilkan masyarakat Mataram terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, TPA Kebon Kongok di Desa Makmur, Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), diprediksi akan segera ditutup karena volume sampah yang dibuang telah melebihi kapasitas atau overload.



(dpw/dpw)









Hide Ads