detikBali

Baru 4 Bulan Kerja di Taiwan, PMI Asal Jembrana Meninggal Dunia

Terpopuler Koleksi Pilihan

Baru 4 Bulan Kerja di Taiwan, PMI Asal Jembrana Meninggal Dunia


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Conceptual shot of feet with a hospital information ring and tag representing death
Ilustrasi jenazah. Foto: Getty Images/nico_blue
Jembrana -

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali, berinisial I Made P, dilaporkan meninggal dunia di Taiwan. Warga Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, tersebut baru empat bulan bekerja di sektor pertanian di negara Formosa tersebut.

Informasi yang didapatkan detikBali, korban sempat berkomunikasi melalui panggilan video dengan istrinya pada Jumat (18/9/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Namun, pada Sabtu (19/9/2026), pihak kelurahan dan aparat desa menerima kabar duka bahwa Made P telah meninggal dunia di Taiwan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinakerin) Kabupaten Jembrana yang menerima laporan tersebut langsung melakukan penelusuran untuk memastikan identitas korban.

"Benar, kami menerima laporan adanya PMI yang meninggal di Taiwan. Sebelum menuju rumah korban, kami beserta aparat desa adat melakukan koordinasi di Polsek Mendoyo," ujar Kabid Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) Disnakerperin Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (20/9/2026).

ADVERTISEMENT

Arimbawa menjelaskan kabar duka tersebut mengejutkan pihak keluarga. Sang istri sangat terpukul dan shock lantaran malam harinya masih sempat melakukan panggilan video dengan korban yang berada dalam kondisi sehat.

"Istri korban yang menerima informasi tersebut sangat terpukul dan belum bisa kami mintai keterangan lebih lanjut," jelas Arimbawa.

Made P dilaporkan meninggal dunia di wilayah Taichung, Taiwan. Saat ini jenazah korban telah dititipkan di funeral home Taichung. Pihak Atase Ketenagakerjaan Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat guna mengurus proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

"Kami masih menunggu informasi lanjutan terkait proses pemulangan jenazah. Nanti perkembangannya akan kita sampaikan," pungkas Arimbawa.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads