Longsor di Kampung Tuwa dan Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak hanya menimbulkan korban jiwa. Longsor yang terjadi pada Kamis (22/1/2026) sore itu juga menimbulkan kerugian materi bagi warga dua kampung tersebut.
Empat rumah rusak tertimbun material longsor. Sekitar 60 hektare lahan pertanian dan sejumlah ternak juga tertimbun material longsor berupa tanah, pohon hingga batu-batu besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerugian materi dari bencana juga dilaporkan terdapat puluhan hektar sawah dan kebun masyarakat dan empat ekor kerbau yang tertimbun material longsor," kata Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, Sabtu (24/1/3026).
Tarsisius mengatakan tiga rumah yang rusak diterjang longsor berada di Kampung Tuwa. Rumah itu milik Kongradus Lasa, Hendrikus Nawa, dan Paulus Hasmin. Satu rumah milik Adrianus Pau di Kampung Pau.
Empat anggota keluarga Kongradus yang berada di dalam rumah saat longsor, menjadi korban. Istri Kongradus, Albina Ria (49), meninggal dunia setelah sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa. Anak laki-lakinya berusia tiga tahun, Apri Nikolaus Aca, masih dirawat. Dua anak perempuan masih tertimbun material longsor.
Sementara itu ratusan keluarga mengungsi di rumah-rumah warga di kampung terdekat yang aman dari bencana alam tersebut.
Sebelumnya, Tarsisius mengatakan Dinas Kesehatan Manggarai Timur telah membuka posko kesehatan di Pustu Goreng Meni untuk melayani korban terdampak bencana. Terdapat sejumlah tenaga kesehatan dan obat-obatan di posko yang dibuka sejak Jumat (23/1/2026).
Bantuan juga telah disalurkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Manggarai Timur, yakni 750 kilogram beras, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan dan peralatan tidur.
(hsa/hsa)










































