Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan keluhannya kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Kabupaten Kupang sampai sekarang belum punya ibu kota. Keluhan itu disampaikan Yosef dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang Provinsi NTT di Ruang Rapat Gubernur NTT, Selasa (4/8/2026).
"Satu-satunya daerah yang tidak punya ibu kota, Kabupaten Kupang. Untuk itu kami sangat harapkan ada persetujuan untuk sekiranya sudah pada tahap akhir penandatanganan, yang kami ajukan bisa diberikan," ungkap Yosef diwawancarai seusai rakor yang berlangsung tertutup itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kepastian ibu kota sangat penting untuk penataan pemerintahan, pelayanan publik, dan tata ruang. Ia berharap persetujuan segera rampung agar bisa diajukan kepada presiden.
"Kita yakin dalam waktu dekat kita ajukan ke Pak Presiden supaya segera bisa dibentuk yang namanya Ibu Kota Kabupaten Kupang," tegasnya.
Selain masalah tentang ibu kota, BYosef juga menyampaikan persoalan sosial di Kawasan Industri Bolok (KIB), berkaitan dengan lahan milik warga yang diserobot dan dijadikan KIB.
"Ada persoalan KIB Bolok, yang selama ini menjadi persoalan luar biasa bagi masyarakat di sana. Seluruh masyarakat yang ada di sana tidak bisa diterbitkannya sertifikat dan ini menjadi suatu persoalan sosial," terang politikus Gerindra itu.
Yosef meminta Kementerian ATR/BPN dan Pemprov NTT membantu menyelesaikan. Lahan yang masuk kawasan industri dikembalikan ke industri, sedangkan yang merupakan hak rakyat dikembalikan agar bisa disertifikatkan.
"Mana yang menjadi hak rakyat dikembalikan ke rakyat supaya masyarakat bisa mengurus hak kepemilikan dalam bentuk sertifikat," pungkas Yosef.