Sebanyak 6 kepala keluarga (KK) terdampak angin puting beliung di Kelurahan Kesiman, Denpasar, mengalami kerusakan rumah paling parah hingga tak bisa dihuni. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/1/2026) dini hari.
Anggota keluarga dari enam KK tersebut sementara ditempatkan ke rumah kos terdekat di kawasan Jalan Akasia, Jalan Narakusuma, dan Jalan Sedap Malam.
"Atap rumahnya dari seng dan asbes, jadi gampang rusak kemarin. Yang paling parah enam KK. Arahan langsung Bapak Wali untuk diamankan dicari kos, nanti kurang lebih sebulan," ujar Lurah Kesiman I Nyoman Nuada saat ditemui detikBali, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuada menyebutkan total terdapat 28 KK atau sekitar 114 jiwa yang terdampak cuaca ekstrem di wilayah Kesiman. Lokasi terdampak berada di kawasan Kebonkuri dan Buaji Anyar.
Menurut Nuada, Kelurahan Kesiman telah menerima bantuan logistik berupa persediaan makanan hingga alat tidur. Sementara itu, untuk bantuan infrastruktur masih diperlukan asesmen dan pendataan guna menentukan prioritas penerima bantuan yang diperuntukkan bagi pemilik KK Denpasar.
Berdasarkan laporan sementara, terdapat 16 KK ber-KTP Denpasar dan 12 KK luar Denpasar yang terdampak. Sebagian besar warga telah melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
"Bantuan pangannya keseluruhan dapat, kemungkinan hari ini terakhir karena sudah cross check lapangan ada sebagian sudah perbaikan dianggap sudah dalam kondisi bagus," ujar Kepala Lingkungan Buaji Anyar I Kadek Agus Endi Putrawan saat diwawancarai detikBali, Kamis.
Endi menjelaskan saat ini pihaknya masih melengkapi data untuk keperluan pengajuan bantuan infrastruktur oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar. Proses tersebut memerlukan kepastian status hunian warga.
"Karena kebanyakan warga di sana statusnya kontrak, jadi pihak BPBD ingin minta kepastian bahwa warga yang tinggal dapat rekomendasi perpanjangan dari pemilik lahan," kata Endi.
Endi menambahkan, para pemilik lahan sejauh ini menyetujui perpanjangan masa kontrak bagi warga terdampak. "Asesmen BPBD harus minimal lima tahun. Jadinya semacam bukti, warga itu masih tinggal di situ. Tapi tetap prioritas kita KK Denpasar," jelasnya.
Seperti diketahui, hujan disertai angin kencang melanda wilayah Denpasar pada Rabu (21/1/2026). Sejumlah wilayah seperti Sanur, Kesiman, dan Sidakarya terdampak, menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak di tiga wilayah tersebut. Daerah dengan kebutuhan bantuan terbanyak tercatat berada di Sidakarya dan Kesiman.
"Pemenuhan dasar hari ini kami distribusikan. Jika masih ada yang tercecer diketemukan desa/kelurahan mereka bisa langsung report ke Dinsos," ujar Kepala Dinsos Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty usai penyaluran bantuan di wilayah Kesiman, Kamis.
Laxmy menjelaskan bantuan kasur dan selimut berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Provinsi Bali. Sementara bantuan permakanan bersumber dari APBD Dinsos Denpasar dan bantuan kos berasal dari program CSR.
Menurut Laxmy, bantuan diberikan sesuai kebutuhan warga terdampak dan pihaknya tidak membuka posko pengungsian. "Di sini tadi bantuan untuk warga karena dapurnya hancur, tadi kami ke Kesiman Petilan berasnya basah semua, setelah itu kami menuju Palapa Sesetan, ada kos-kosan yang perlu bantuan kasur, selimut. Kemarin Sanur Kauh dan Sidakarya sudah," ujarnya.
(dpw/dpw)










































