detikBali

Kisah Penjaga TPA Kebon Kongok Dapat Umrah Gratis Usai 33 Tahun Mengabdi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kisah Penjaga TPA Kebon Kongok Dapat Umrah Gratis Usai 33 Tahun Mengabdi


Ahmad Viqi - detikBali

Muslim, pekerja kontrak TPA Kebon Kongok dapat hadiah umrah gratis dari Pemprov NTB, Rabu (21/1/2026)
Muslim, pekerja kontrak TPA Kebon Kongok dapat hadiah umrah gratis dari Pemprov NTB, Rabu (21/1/2026) (Foto: Ahmad Viqi)
Mataram -

Air mata Muslim mulai berlinang. Pengawas TPA Kebon Kongok berusia 60 tahun ini tidak pernah menyangka akan menginjakkan kaki di Tanah Suci, Mekkah. Muslim akan diberangkatkan ibadah umrah oleh Pemprov NTB bersama 33 pegawai, pekerja sosial, dan kalangan wartawan, Kamis besok (22/1/2026).

Muslim, merupakan salah satu tenaga kontrak yang sudah bekerja 33 tahun di TPA Kebon Kongok, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Pria dua anak ini sangat terharu mendapat hadiah umrah gratis dari pemerintah NTB.

"Saya kaget, saya tidak pernah bayangkan. Waktu itu saya langsung dipanggil Gubernur Lalu Iqbal untuk berangkat umrah," kata Muslim ditemui di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (21/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muslim bercerita keluh kesah selama menjaga sampah di TPA Kebon Kongok. Sebagai pekerja kontrak bidang pemeliharaan TPA, Muslim kerap bertugas memadamkan api saat TPA ludes terbakar.

"Ya sudah 33 tahun saya di situ. Terakhir sebelum kontrak saya selesai tahun lalu, saya diberikan gaji 2,5 juta," tutur Muslim.

ADVERTISEMENT

Memiliki gaji 2,5 juta sebulan, Muslim berujar, tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seluruh gaji yang muslim dapatkan itu habis untuk kebutuhan anak sekolah dan istri.

"Anak saya SMA dan SMP. Setiap hari. Sekarang saya masih sebagai pegawai kontrak di bagian pemeliharaan. Kalau mau umrah pribadi tidak cukup," katanya.

Muslim pun mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah NTB yang telah menghadiahkan dirinya untuk berangkat umrah tanpa biaya sepeserpun.

"Saya tidak menyangka bisa berangkat ke tanah suci. Semoga sampai sana dengan selamat dan rezeki lancar untuk kesehatan anak dan istri," katanya.

Terpisah, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqba mengatakan para penerima hadiah ini dari wartawan, polisi hutan, tukang kebun, kader posyandu, sopir dan tenaga pendidikan.

"Mereka ini sudah sepatutnya kita memberikan hadiah ini," kata Iqbal.

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini menyebut 33 orang yang berangkat umrah ini merupakan orang yang berkontribusi dalam berbagai bidang membangun NTB. Setiap tahun pemerintah menganggarkan, tetapi itu hanya untuk aparatur sipil negara (ASN) Provinsi NTB.

"Nah mereka yang tidak masuk di dalamnya, bisa memberikan walaupun bukan dari anggaran pemerintah," katanya.

Iqbal mengungkap alasan memberikan hadiah kepada 33 orang tersebut. Polisi hutan yang diberikan hadiah umrah saat HUT NTB ke 67 itu telah berjuang menjaga alam NTB dari pembalakan.

Kemudian para kader posyandu, menurut Iqbal, yang paling dekat dengan masyarakat dalam menangani masalah stunting, lansia.

"Saya merasa sudah sepantasnya hadiah ini diberikan kepada mereka," kata Iqbal.

Dia mengucap selamat kepada para penerima hadiah ini yang tak kuasa menahan tangis di pelukan orang nomor satu di NTB.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads