detikBali

Gunung Ile Lewotolok Meletus Lagi, Warga Batuk-Pilek hingga Sayuran Rusak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Ile Lewotolok Meletus Lagi, Warga Batuk-Pilek hingga Sayuran Rusak


Yurgo Purab - detikBali

Kondisi bangunan di Desa Leunadung, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, yang penuh debu, Senin (19/1/2026).
Foto: Kondisi salah satu bangunan dipenuhi abu vulkanik. (Dok. Kades Leunadung)
Flores Timur -

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus lagi pagi ini, Senin (19/1/2026), pukul 08.59 Wita. Letusan melontarkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak. Dampaknya langsung dirasakan warga sekitar.

Sejumlah warga mengeluhkan mata mereka perih akibat abu letusan. Abu tersebut cukup mengganggu saat warga berpergian, termasuk anak-anak saat berangkat sekolah. Fatalnya lagi, tanaman sayuran warga yang terpapar abu vulkanik kini tak bisa dikonsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mata pedih sehingga harus menggunakan helm atau paling tidak menggunakan kaca mata. Sayuran di rumah warga juga tidak bisa dikonsumsi dan gedung TKK Desa Leudanung penuh dengan debu," kata Kepala Desa Leunadung, Hilarius Haba, kepada detikBali, Senin pagi.

Hilarius mengatakan warga membutuhkan masker untuk beraktivitas. "Yang diperlukan warga saat ini masker. Untuk sementara pemerintah desa tidak bisa melakukan pengadaan karena minimnya dana desa tahun ini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Hilarius, pemotongan dana desa pada akhir 2025, membuat pemerintah desa kesulitan dan tak leluasa menggunakan anggaran.

"Setelah pemerintah desa melakukan pengadaan dan dana desanya terpotong maka desa akan mengalami utang seperti tahun 2025 atas terbitnya PMK 81 Tahun 2025," tandasnya.

Sementara, Kepala Desa Normal 1 Sinun Saleh Taslim mengungkapkan desanya juga terpapar abu vulkanik. Warga juga mengalami batuk pilek akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok tersebut.

"Batuk, pilek, air di bak-bak juga terdampak kotoran abu," ujarnya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, mengatakan saat meletus kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 21.4 milimeter dan durasi ± 1 menit 15 detik," ujarnya dalam keterangan resmi pagi ini.

Stanislaus mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," terangnya.

Stanislaus berharap masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit untuk menghindari gangguan pernapasan(ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya.

"Serta untuk menutup tempat penampungan air bersih yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik," tandasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads