Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, menunjuk Andhy MT Marpaung sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt Dirut) Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Andhy menggantikan Plt Dirut BPOLBF sebelumnya, Dwi Marhen Yono, yang baru menjabat enam bulan.
"Per tanggal 12 kemarin sudah pergantian Plt Dirut yang baru," kata Kepala Divisi Komunikasi Publik BPOLBF, Sisilia Lenita Jemana, Sabtu (17/1/3026).
"Pak Marhen sudah kembali ke Kemenpar dan digantikan dengan Plt Dirut yang baru Pak Andhy MT Marpaung," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andhy merupakan Plt Dirut ketiga dalam dua tahun terakhir. BPOLBF belum memiliki dirut definitif seusai Shana Fatina selesai masa jabatannya pada awal 2024.
Pada 2023, Kemenpar melakukan seleksi untuk posisi Dirut BPOLBF. Namun, tak ada yang lulus seleksi sehingga Frans Teguh diangkat sebagai Plt Dirut BPOLBF pada Januari 2024.
Frans Teguh menjabat 1,5 tahun, lalu digantikan Marhen pada Juli 2025. Sisilia menjelaskan Andhy saat ini menjabat Sekertaris Deputi aksesibilitas dan Amenitas Wilayah II Kemenpar.
Diketahui, BPOLBF merupakan satuan kerja di bawah Kemenpar untuk melakukan percepatan pembangunan pariwisata terintegrasi di kawasan pariwisata Labuan Bajo Flores. BPOLBF dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 32 Tahun 2018.
BPOLBF memiliki 11 wilayah koordinatif di wilayah Flores, NTT, hingga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelas wilayah itu adalah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.
Berikutnya, dua kecamatan di Kabupaten Bima, yaitu Sape dan Lambu. BPOLBF juga memiliki kawasan otoritatif seluas 400 hektare bernama Parapuar. Kawasan yang sedang dikembangkan ini berada di Labuan Bajo.
(iws/iws)










































