Nelayan asal Desa Kawalelo, Kecamatan Demong Pagong, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Stefanus Kasi Hera (51), hilang saat melepaskan rawai untuk mencari ikan, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Pria itu hilang diduga akibat tenggelam.
Tim dari Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Satuan Kepolisian Air dan Udara (Satpolairud) Polres Flores Timur, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) masih bekerja sama pencari nelayan tersebut. Pencarian belum membuahkan hasil.
"Tim melakukan penyisiran di darat sepanjang pesisir pantai dan laut. Hari ini Kamis (8/1/2026) dilanjutkan pencarian," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan BPBD Flores Timur, Avi Manggota Hallan, kepada detikBali, Kamis (8/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Avi mengungkapkan sebanyak 17 personel gabungan, termasuk masyarakat setempat dikerahkan untuk mencari korban, Kamis (8/1/2025). Belasan personel itu terdiri dari Basarnas Maumere (6), BPBD Flores Timur (6), Satpolairud Polres Flores Timur (3), Camat Demon Pagong, Kapolsek Titehena, Babinsa, kepala desa dan seluruh masyarakat Kawalelo.
Avi menuturkan Stefanus Hera pergi awalnya melaut di perairan Desa Kawalelo pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Namun, sekitar pukul 06.00 Wita, nelayan lain, Petrus Para Kola, mendengar teriakan minta tolong dari arah sampan korban.
Petrus kemudian mengecek sampah Stefanus Hera. Namun, sampan itu kosong ketika dicek. Petrus langsung menuju ke darat setelah mengetahui sampan Stefanus Hera tak ada di atas sampannya yang dipakai mencari ikan.
"Ia (Petrus) kemudian menuju ke darat dan melaporkan kepada keluarga korban bahwa korban diduga hilang dan tenggelam saat melaut," terang Avi.
(hsa/hsa)










































