Suasana haru menyelimuti seremonial penutupan operasi SAR korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah, di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/1/2026). Satu anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, tak ditemukan hingga penutupan operasi SAR pada hari ke-15 pencarian korban.
Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, sejumlah personel Tim SAR gabungan hingga perwakilan keluarga larut dalam duka atas tragedi tenggelam kapal dengan korban Fernando dan keluarganya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fathur yang biasa lugas ketika berbicara tampak terbata-bata saat menyampaikan sambutan pada acara penutupan operasi SAR itu. Suaranya berat. Terlihat ekspresi sedih di wajahnya.
Setelah Fathur, giliran Edi Endi yang terlihat sedih. Suaranya serak saat menyampaikan sambutan. Wajahnya terlihat sedih. Seorang yang menyaksikan momen itu mengatakan Edi Endi seperti sedang menahan air mata. Edi Endi menyampaikan ucapan belasungkawa untuk keluarga korban.
"Untuk keluarga korban, atas nama pribadi dan masyarakat Manggarai Barat, saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga kuat dan umur panjang," ujar Edi Endi dengan suara bergetar.
Seorang pria yang menjadi perwakilan keluarga yang hadir dalam acara itu terlihat sedih selama Edi Endi sambutan. Pendamping keluarga korban, Budi Widjaja, yang menerjemahkan sambutan Edi Endi kepada keluarga korban tersebut.
Keluarga korban itu terlihat menundukkan kepala sembari tangan kanannya menepuk-nepuk dadanya. Ekspresi wajahnya terlihat sedih.
Ekspresi pria itu terlihat sedih saat berdiri dari kursi menuju sebuah berjarak sekitar tiga meter di depannya. Di meja itu dia menandatangani berita acara penutupan operasi SAR dengan salah satu anak Fernando dinyatakan hilang.
Suasana haru kembali terlihat saat perwakilan keluarga itu menyalami satu persatu hampir 100 personel tim SAR gabungan yang berbaris selama acara tersebut. Ada personel Tim SAR gabungan yang menangis saat berpelukan dengan perwakilan keluarga tersebut.
Sementara, Fathur mengatakan keluarga korban dan Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi atas perjuangan tim SAR selama 15 hari pencarian. Selama periode tersebut, tiga jenazah korban ditemukan.
"Terima kasih atas all out yang dilaksanakan tim SAR gabungan seperti apa yang disampaikan pemerintah, Dubes Spanyol, Uruguay yang kami terima terkait dengan hal tersebut," ujar Fathur seusai acara penutupan operasi SAR.
"Melihat kerjasama, kekompakan maupun mekanisme pelaporan yang disampaikan, itu kita sampaikan ke Pemerintah Uruguay maupun Spanyol. Meraka sangat berterima kasih sekali," lanjut dia.
Kapal Wisata Diharapkan Temukan Korban
Kapal-kapal wisata yang diizinkan kembali berlayar mulai hari ini diharapkan bisa menemukan anak pelatih Valencia yang masih hilang. Pada hari pertama dibukanya pelayaran kapal wisata tahun 2026 ini, ada puluhan kapal wisata yang berlayar ke Taman Nasional Komodo dan sekitarnya.
"Hari ini ada SPB (surat persetujuan berlayar) terbit 73 sehingga apabila ada korban bisa dipantau oleh kapal-kapal wisata," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Jumat.
Ia mengatakan KSOP Labuan Bajo telah mengeluarkan pemberitahuan atau Notice to Marineers (NtM) kepada nakhoda kapal untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda korban di laut. Selain melalui NtM, KSOP juga mengumumkan melalui radio pantai.
"Kami sudah mengeluarkan Notice to Marineers yang berisi antara lain melaporkan segera pada kesempatan pertama apabila ada korban dari KM Putri Sakinah yang memiliki tanda-tanda di laut," ujar Stephanus.
Menurut dia, penyebaran informasi juga dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi. Selain grup WhatsApp para nakhoda dan media sosial Instagram, KSOP Labuan Bajo secara rutin menyiarkan pengumuman melalui radio stasiun pantai.
Sementara itu, harapan agar kapal-kapal wisata turut membantu menemukan korban juga disampaikan Fathur. Ia mengatakan Tim SAR gabungan akan tetap memantau perkembangan korban hilang tersebut setelah operasi pencarian ditutup secara resmi hari ini.
"Dengan dibukanya pelayaran (kapal wisata) diharapkan dengan pelayaran itu berjalan adanya tanda-tanda korban terlihat dan tim bisa melaksanakan proses evakuasi," ujar Fathur.
(nor/nor)










































