Gunung Ile Werung Naik Status ke Waspada, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Km

Gunung Ile Werung Naik Status ke Waspada, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Km

Yurgo Purab - detikBali
Minggu, 30 Nov 2025 19:38 WIB
Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata naik status dari level I Normal ke Level II Waspada hari ini, Minggu (30/11/2025). (IST)
Foto: Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata naik status dari level I Normal ke Level II Waspada hari ini, Minggu (30/11/2025). (IST)
Flores Timur -

Status aktivitas Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada Minggu (30/11/2025) pukul 12.00 Wita.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan kenaikan status ini berdasarkan pemantauan visual dan instrumental terhadap gunung api tipe strato berketinggian 1.486 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Sepanjang 1-28 November 2025, tercatat 27 gempa tektonik lokal, 7 gempa vulkanik dalam, 18 gempa terasa, dan 108 gempa tektonik jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat dan pengunjung/pendaki Gunung Ile Werung direkomendasikan untuk tidak mendekati dan mengunjungi area kawah Gunung Ile Werung dalam radius 2 kilometer (km) dan mewaspadai sekitar area lokasi bualan," kata Lana Saria dalam keterangannya yang diterima detikBali, Minggu.

Lana menyebut pada 29 November 2025 terekam 19 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 1 kali Gempa Terasa dan 4 kali Gempa Tektonik Jauh. Sementara, pada Minggu (30/11/2025) pukul 00.00-11.00 Wita, terekam 4 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 1 kali Gempa Tektonik Lokal.

ADVERTISEMENT

"Pemantauan kegempaan Gunung Ile Werung menunjukkan adanya peningkatan kegempaan Vulkanik dalam yaitu pada 1 Januari 2025 terekam 21 kali kejadian, tanggal 6 September 2025 terekam 11 kali kejadian dan 14 September 2025 terekam 47 kali kejadian," ujarnya.

Ia merinci, pada 29 November 2025 terekam 19 gempa vulkanik dalam, 6 gempa tektonik lokal, 1 gempa terasa, serta 4 gempa tektonik jauh. Sementara pada Minggu (30/11/2025) hingga pukul 11.00 Wita, terdeteksi 4 gempa vulkanik dalam dan 1 gempa tektonik lokal.

Lana merinci gempa terasa terekam pada 29 November 2025 pukul 21.11 Wita, yaitu 23 gempa vulkanik. Hal itu mengindikasikan adanya peningkatan tekanan dalam tubuh Gunung Ile Werung akibat meningkatnya aktivitas magmatik atau adanya migrasi magma dari kedalaman dalam ke kedalaman dangkal.

"Perkembangan aktivitas Gunung Ile Werung akan terus dipantau. Jumlah Gempa Tektonik Lokal, Gempa Terasa dan Tektonik Jauh yang terekam perlu diwaspadai, karena dengan meningkatnya aktivitas tektonik regional dikhawatirkan dapat mempengaruhi aktivitas Gunung Ile Werung," paparnya.

Potensi bahaya letusan Gunung Ile Werung berupa letusan yang bersifat eksplosif dengan ancamannya berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu (pijar), gas beracun di kawasan puncak. "Namun demikian tetap harus diwaspadai potensi bahaya berupa aliran lava dan lontaran material bawah laut terutama sekitar area Gunung Hobal dan Gunung Wetitar," ujarnya.

Lana mengungkap dampak yang dapat ditimbulkan aktivitas vulkanik dapat berupa peningkatan muka air laut di sekitar area pusat erupsi. "Potensi ancaman bahaya lain dapat berupa gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, SO2 di daerah sekitar area bualan," tandasnya.




(nor/nor)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads