Seks Bebas Pelajar Picu Lonjakan Kekerasan Seksual di Mataram

Nathea Citra - detikBali
Jumat, 26 Sep 2025 16:08 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto: Edi Wahyono)
Mataram -

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mencatat tren kekerasan seksual di ibu kota NTB semakin meningkat. Hingga September 2025, sudah lebih dari 40 kasus terungkap, sebagian besar berawal dari seks bebas di kalangan pelajar.

"Ada sekitar 40-an (kasus kekerasan seksual) di tahun ini, jika dibandingkan tahun sebelumnya, tren angkanya terus meningkat," kata Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, Jumat (26/9/2025).

Joko menjelaskan, kasus paling banyak terjadi pada pelajar SMP. Rata-rata berawal dari pacaran yang berujung seks bebas, hingga korban mengalami kehamilan dan melahirkan.

"(Awal mula kasusnya dimulai dari) pacaran, lalu kelolosan (hamil dan melahirkan), itu yang paling banyak di Mataram. Pacaran dan akhirnya terjadi kekerasan seksual. (Korban mulai dari) SMP maupun SMA, bahkan SD juga ada (pacaran, hamil, lalu dapat kekerasan seksual). Paling marak itu," ungkapnya.

Menurut Joko, fenomena seks bebas pelajar bahkan merambah ke perilaku LGBT.

"Seks bebas, bahkan LGBT ini yang jadi persoalan kita sekarang," sambungnya.

Simak Video "Video: Separah Apa Kekerasan Seksual pada Anak Indonesia? Cek Data Ini"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork