detikBali

3.286 Remaja di NTB Hamil Sepanjang 2025, Lombok Tengah Tertinggi

Terpopuler Koleksi Pilihan

3.286 Remaja di NTB Hamil Sepanjang 2025, Lombok Tengah Tertinggi


Nathea Citra - detikBali

Tangkapan layar video viral pengantin anak SMP ijab kabul di Lombok Tengah, NTB.
Tangkapan layar video viral pengantin anak SMP ijab kabul di Lombok Tengah, NTB. (Foto: dok. Istimewa)
Mataram -

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan sebanyak 3.286 remaja di wilayah itu hamil sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, kasus tertinggi tercatat di Lombok Tengah dengan 913 remaja.

Data tersebut mengacu pada catatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB terkait kehamilan remaja di berbagai kabupaten/kota.

"Kalau kita melihat data kasus, di Lombok Tengah ini paling parah. Paling parah dalam artian di daerah lain angka kehamilan remajanya cenderung menurun, tapi Lombok Tengah, satu-satunya daerah yang malah naik," kata Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, total kehamilan remaja sepanjang 2025 mencapai 3.286 orang dari sasaran 424.253 remaja perempuan.

ADVERTISEMENT

Rinciannya, Lombok Barat sebanyak 550 remaja, Lombok Tengah 913 remaja, Lombok Timur 639 remaja, Sumbawa 243 remaja, Dompu 259 remaja, Bima 286 remaja, Sumbawa Barat 66 remaja, Lombok Utara 120 remaja, Kota Mataram 120 remaja, dan Kota Bima 90 remaja.

Rata-rata kehamilan remaja di Lombok Tengah dan Lombok Timur terjadi pada remaja di bawah usia 19 tahun. Sepanjang 2025, Lombok Tengah menjadi daerah dengan jumlah kehamilan remaja tertinggi, yakni mencapai 913 kasus.

Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB juga mencatat jumlah remaja yang melahirkan sepanjang 2025.

Lombok Tengah kembali menempati urutan pertama dengan jumlah remaja melahirkan mencapai 591 orang. Disusul Lombok Timur sebanyak 376 remaja, Lombok Barat 233 remaja, Sumbawa 179 remaja, Bima 167 remaja, Dompu 143 remaja, Lombok Utara 109 remaja, Kota Bima 69 remaja, Sumbawa Barat 41 remaja, dan Kota Mataram 5 remaja.

Joko menilai maraknya kasus pernikahan dini menjadi salah satu faktor yang memicu tingginya angka kehamilan remaja, khususnya di Lombok Tengah.

"Kita nggak melihat action dari Pemda Lombok Tengah. Kita tidak melihat greget dari pemda terkait kasus perkawinan anak. Angka kehamilan remaja di Lombok Timur saja menurun, dari 700-an kasus menjadi 639 kasus di 2025. Tapi di Lombok Tengah malah naik," terang Joko.




(dpw/dpw)










Hide Ads