Bikin Puluhan Emak-emak Kelenger, Pedagang Jamu di Bima Tak Ditahan

Keracunan Massal di Bima

Bikin Puluhan Emak-emak Kelenger, Pedagang Jamu di Bima Tak Ditahan

Tim detikBali - detikBali
Kamis, 29 Sep 2022 09:56 WIB
ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Bima -

Sebanyak 40 warga Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB mengalami keracunan usai konsumsi jamu tradisional.

Puluhan korban dengan mayoritas emak-emak ini tumbang dengan mengeluh mual, muntah, pusing, dan lemas usai konsumsi jamu racikan SY, pedagang jamu langganan mereka.

Kapolsek Bolo AKP Hanafi mengatakan, usai mendapat laporan keracunan massal, polisi langsung turun melakukan penyelidikan.


Hasil penyelidikan, ada dugaan kuat jika para korban mengalami keracunan akibat meminum ramuan dengan bahan biji delima muda yang dibelender SY.

Alih-alih ingin mendapat khasiat dan merangsang nafsu makan, puluhan emak-emak ini malah kelenger dan dilarikan ke RS Sondosia.

"Jadi warga percaya jamu racikan SY asal Desa Sanolo berbahan buah delima ini sebagai obat. Tapi malah banyak yang sakit perut dan muntah-muntah setelah minum," kata Hanafi, Rabu malam (28/9/2022).

Hanafi merinci, dari 40 warga yang mengalami keracunan, satu diantaranya merupakan balita. "Sebanyak 12 orang dirawat dengan dua diantaranya harus menjalani perawatan intensif karena lemas,"ujar Hanafi.

Pihak kepolisian imbuh Hanafi juga telah melakukan pemeriksaan. "Kemarin SY sudah kami periksa, dari keterangan dia (SY) sudah mengakui jamu itu dia racik sendiri,"terang Hanafi.

Selanjutnya, meski membuat puluhan warga keracunan dan tumbang, polisi memutuskan untuk tidak menahan SY.

"Jadi memang jamu ini jadi langganan di Desa Sanolo. SY ini kan penjual jamu keliling. Jadi warga sudah biasa beli. Kemarin sudah kita periksa SY ini untuk ambil keterangan dan kita tidak tahan," pungkas Hanafi.



Simak Video "155 Orang di Tasikmalaya Keracunan Makanan Hajatan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)