Keracunan Massal di Bima

Polisi Ungkap Ramuan Jamu yang Bikin Tumbang Puluhan Emak-emak di Bima

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 28 Sep 2022 20:18 WIB
ilustrasi keracunan
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Bima -

Musibah keracunan massal yang dialami puluhan emak-emak di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB didalami polisi.

Dugaan sementara, tumbangnya 40 warga usai konsumsi jamu tradisional buatan SY itu disebabkan karena ada salah satu bahan saat proses pembuatan.

Kapolsek Bolo AKP Hanafi menjelaskan, kronologi hingga keracunan massal terjadi bermula dari warga yang tertarik mencicipi ramuan jamu buatan SY warga Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.


Ramuan jamu yang awalnya diyakini memiliki khasiat sebagai obat dan bisa merangsang nafsu makan itu kemudian dibeli dan diminum warga, pada Selasa (27/9/2022) kemarin.

"Jadi warga percaya jamu racikan SY asal Desa Sanolo berbahan buah delima ini sebagai obat. Tapi malah banyak yang sakit perut dan muntah-muntah setelah minum," kata Hanafi Rabu petang (28/9/2022) via sambungan telepon.

Belakangan, jamu tradisional itu dibuat dengan cara memblender buah delima dengan campuran ragam serat yang diambil dari hutan. Beberapa bahan itu kemudian diracik dan dijadikan jamu tradisional.

"Pas diracik SY katanya ada buah delima muda yang dicampur. Dugaan sementara itu yang buat puluhan warga mual muntah," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 40 warga dilarikan ke RS Sondosia, Kabupaten Bima usai konsumsi jamu tradisional.

Dari total 40 korban, 12 diantaranya sempat dirawat inap dan sisanya menjalani rawat jalan.

Para korban yang mayoritas merupakan emak-emak dengan satu diantaranya balita itu dilarikan ke RS karena mengalami sakit perut, mual dan pusing serta lemas

"Jadi memang jamu ini jadi langganan di Desa Sanolo. SY ini kan penjual jamu keliling. Jadi warga sudah biasa beli. Kemarin sudah kita periksa SY ini untuk ambil keterangan. Kita tidak tahan. Dari keterangannya memang diracik sendiri," pungkas Hanafi.



Simak Video "155 Orang di Tasikmalaya Keracunan Makanan Hajatan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)