Pro-Kontra Joki Cilik di Sumbawa, Pemprov NTB Segera Terbitkan Pergub

Ahmad Viqi - detikBali
Rabu, 17 Agu 2022 12:42 WIB
Joki cilik di pacuan kuda di Sumbawa
Joki cilik di pacuan kuda di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Pemprov NTB )
Mataram -

Keberadaan joki cilik dalam helatan pacuan kuda di Pulau Sumbawa masih menuai pro-kontra lantaran disebut menjadi ajang eksploitasi terhadap anak. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pun bakal menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) tentang penggunaan joki cilik di arena pacuan kuda.

"Tentu kita tetap peduli terhadap hak yang dikatakan tanda kutip sebagai eksploitasi anak. Oleh karena itu supaya tidak ada joki cilik, ada upaya pendewasaan usia atau pengaturan proteksi sebagaimana diatur di dalam surat yang dikeluarkan oleh Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri SE," kata Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi usai upacara bendera perayaan HUT RI di Kantor Gubernur, Rabu (17/8/2022).

Gita menambahkan, Pergub tersebut nantinya akan mengatur pembatasan usia joki secara rasional. Joki bakal disesuaikan dengan ukuran kuda.


"Berkaitan tentang itu, kita menyesuaikan kuda kita yang kecil nanti memang jokinya harus kecil. Kalau kudanya kuda Sumbawa tidak tepat. Kalau kuda Sumbawa terus jokinya Lalu Gita Ariadi juga tidak tepat," kata Gita mencontohkan.

Menurutnya, aturan tentang joki cilik akan disesuaikan dengan masukan-masukan berbagai pihak. Di sisi lain, keberadaan joki cilik juga akan dilihat dari perspektif kearifan lokal.

"Di satu sisi kita mengakomodir itu. Satu sisi kita akomodir situasi kondisi kearifan lokal kita," kata Gita

Terpisah, Asisten III Setda Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi mengaku kajian Pergub tentang penggunaan joki cilik masih terus dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) NTB.

"Kita masih bahas masukan-masukan yang mengarahkan anak-anak menjadi atlet berprestasi dalam olahraga (berkuda) yang terpusat," kata Eka.

Eka juga mengaku bahwa dalam minggu ini Kepala Dinas DP3KB akan menyelesaikan dan menghimpun semua kritik dan masukan berbagai pihak terkait penerbitan Pergub yang mengatur tentang penggunaan joki cilik di arena pacuan kuda di NTB.

"Masukannya tidak perlu dibocorkan. Apa yang paling penting itu untuk anak-anak kita. Dari pusat itu meminta agar safety bagaimana menerapkan di lapangan. Ada helm termasuk sepatu joki," katanya.

Di sisi lain aturan Perbub yang akan mengatur joki cilik di NTB nantinya diturunkan dalam aturan baru sesuai kepentingan bersama.

"Minggu ini Insyaallah sudah ditampung masukannya. Pergub itu intinya sedang dirancang," pungkas Eka.



Simak Video "Menikmati Perjalanan Membelah Lautan Menuju Pulau Kambing, Tanjung Bira"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/irb)