Pembunuhan Guru TK

Fakta Baru! Guru TK di Mataram Meninggal 3 Hari Sebelum Ditemukan Ibu

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 11 Agu 2022 19:23 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Ilustrasi - Fakta baru kasus meninggalnya seorang guru TK di Mataram kembali terungkap. Korban ternyata sudah meninggal selama tiga hari sebelum ditemukan oleh ibunya. (Foto: Thinkstock)
Mataram -

Fakta baru terkait kasus meninggalnya seorang guru TK di Mataram, NTB, kembali terungkap. Korban bernama Haerani alias Rani (29) itu ternyata sudah meninggal dunia tiga hari sebelum ditemukan oleh ibunya.

Informasi yang dihimpun detikBali, kondisi korban saat ditemukan mengalami lebam pada pipi serta mulut tertutup kain. Guru TK itu ditemukan ibunya di kamar mandi rumah korban di BTN Citra Persada Medas Blok S, Nomor 5, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat (29/7/2022) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku S (41) itu terjadi pada Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 09.00 Wita.


"Begitu hari Selasa (26/7/2022) kejadian yang bersangkutan (terduga S, red) sempat pergi ngecek pekerjaan proyek di Monumen Temolak Kota Mataram," kata Kadek, Kamis sore (11/8/2022).

Sehari kemudian yakni pada Rabu (27/7/2022), terduga pelaku pulang ke rumahnya di Ampenan Kota Mataram untuk menaruh motor. Ia kemudian pergi menuju Pelabuhan Lembar dengan tujuan Padangbai dan Singgah di wilayah Jembrana Bali.

"Selain keterangan terduga kami coba analisis CCTV dan benar rupanya pelaku mendatangi rumah korban," kata Kadek.

Kadek menambahkan, tetangga korban mengaku sempat mendengar suara di kediaman korban saat peristiwa dugaan pembunuhan tersebut Ia menyebut, hal tersebut sinkron dengan pemeriksaan CCTV.

"Kejadian Selasa 26 Juli itu memang sangat sinkron dengan hasil analisa CCTV. Ketika Rabu pagi 27 Juli 2022 itu memang pengakuan pelaku menuju Padangbai," kata Kadek.

Diketahui, terduga pelaku S sempat kabur ke rumah keluarganya di Jembrana Bali pada Rabu (27/7/2022). Setelah itu, terduga pelaku menyeberang dari Bali ke Ketapang menuju Pasuruan dan singgah di Madiun dengan dalih urusan pekerjaan. Setelah itu, terduga singgah di Desa Gerih, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sekaligus menjadi tempat terakhir pelariannya sebelum dibekuk polisi.

"Jadi di Ngawi pelaku ini singgah di rumah rekannya dengan alasan numpang sambil kerja. Pelaku kabur ke sana tanpa bawa apa-apa, bawa diri aja," pungkas Kadek.

Tim Puma Polresta Mataram bersama terduga pelaku telah terbang dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Internasional Lombok sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis (11/8/2022). Kini terduga pelaku S sudah diamankan di Mapolresta Kota Mataram.



Simak Video "Bermain Sambil Olahraga Senam Air, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)