Kapolres Bima Imbau 9 Terduga Pelaku Pemerkosaan Serahkan Diri

Faruk Nickyrawi - detikBali
Sabtu, 06 Agu 2022 15:59 WIB
ilustrasi pemerkosaan
Foto: ilustrasi pemerkosaan (Luthfy Syahban)
Bima -

Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko, mengimbau 9 terduga pelaku pemerkosaan secara bergilir terhadap seorang siswi di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) agar menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul belum adanya hasil pengejaran terhadap para terduga pelaku yang dilakukan sejak kasus tersebut dilaporkan pada Selasa (2/8/2022) lalu.

"Kita sedang melakukan penggalangan terhadap keluarganya, memberikan pemahaman. Berharap dia (para terduga pelaku) menyerahkan diri, dibawa oleh keluarganya," ungkap Heru pada detikBali Sabtu (6/8/2022).


Heru mengatakan, selain melakukan tindakan persuasif dengan pendekatan terhadap keluarga, pihaknya juga tetap melakukan kegiatan represif dengan terus melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku.

"Kita juga tetap melakukan kegiatan Represif. Tetapi kita tetap melakukan pengejaran terhadap mereka (para terduga pelaku). Pengejaran tidak maksimal, karena tim dibagi dua menangani kasus yang pelakunya dikejar. Tapi tetap jalan," tegas Heru.

Ditegaskannya, pihak kepolisian telah melakukan identifikasi terhadap identitas 9 orang terduga pelaku pemerkosaan. Meski hanya tiga orang yang dikenal oleh korban, namun para terduga pelaku diketahui saling mengenal satu sama lain.

"Sudah teridentifikasi semua, kita lakukan pengejaran terhadap orang-orang itu. Mereka saling mengenal, semua kita tahu dan pengejaran terhadap mereka," ujarnya.

Sebelumnya, kasus pemerkosaan terhadap siswi tersebut terjadi pada Sabtu (30/7/2022) malam, di sebuah rumah kosong, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.
Awalnya, korban dibawa oleh terduga pelaku AL jalan-jalan usai menonton MTQ. Setelah tiba di TKP, remaja 15 tahun itu diperkosa secara bergiliran oleh AL, YA, dan DY, serta enam orang lainnya yang tidak dikenal korban.



Simak Video "Tantangan Seru Menahan Nafas di Kolam Renang Hotel, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/iws)