Asosiasi Hotel Minta Pemkab Lombok Bina Pedagang Asongan di Mandalika

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 05 Agu 2022 14:03 WIB
Para pedagang asongan di KEK Mandalika, Jumat (5/8/2022).
Para pedagang asongan di KEK Mandalika, Jumat (5/8/2022). Foto: Ahmad Viqi
Lombok Tengah -

Pihak Mandalika Hotel Asosiasi (MHA) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah untuk melakukan pembinaan terhadap puluhan pedagang asongan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang diduga kerap membuat risih para wisatawan. Pasalnya, beberapa pedagang asongan yang berjualan gelang, kain dan baju kerap menawarkan dagangannya dengan membuntuti para wisatawan.

"Kami sudah tawarkan pemerintah untuk melakukan pembinaan. Karena yang berjualan ini kebanyakan dari orang dewasa, ibu-ibu bahkan anak-anak lingkar Mandalika," kata Sekretaris MHA Rata Wijaya, Jumat (5/8/2022).

Pembinaan para pedagang asongan tersebut harus dilakukan pra event World Superbike Championship (WSBK) yang akan digelar pada akhir bulan November 2022 nanti.


"Kami sudah meminta kepada pemerintah daerah Lombok Tengah untuk melakukan pembinaan pedagang asongan di Pantai Kuta dan depan Sirkuit Mandalika biar lebih tertata," kata Rata.

Menurutnya seluruh pedagang asongan harus diberikan pelatihan pembinaan keterampilan ataupun kecakapan jualan. Pedagang asongan juga perlu diberi sertifikasi atau dibuatkan id card sesuai standar di KEK Mandalika.

"Jadi ini perlu diatur siapa saja yang boleh jualan termasuk diatur juga areal di mana dia boleh berjualan," kata Rata.

Rate juga menegaskan pemerintah memiliki aparatur yang sangat lengkap untuk mengawal keluhan wisatawan dengan adanya pedagang asongan tersebut.

"Seandainya dibuatkan aturannya. Ini saya yakin akan lebih tertata. Hanya saja kesannya kita kurang serius dalam menangani pedagang asongan di KEK Mandalika," ujar Rata.

Sementara, Direktorat Intelkam Polda NTB Kombes Pol Sutrisno mengatakan manajemen event WSBK di Sirkuit Mandalika harus ditata kembali. Seluruh pelaku wisata mestinya tetap bersikap untuk merajakan para tamu yang datang menonton di Sirkuit Mandalika.

"Dengan adanya event ini harus bisa manfaatkan dengan baik. Contoh kecil pedagang asongan. Saya pikir itu (pedagang asongan, red) di Mandalika itu perlu pembinaan juga. Bagaimana caranya biar elegan menawarkan dagangannya ke tamu," kata Sutrisno.

Menurut Sutrisno banyak pedagang di Area Sirkuit Mandalika dan Pantai Kuta Mandalika membuat tamu terganggu saat berkunjung. Bahkan kata Sutrisno tamu kerap diserbu saat berkunjung.

"Jadi nanti saat WSBK 2022. Ini sebagai masukan saja. Pariwisata itu saling cair biar perekonomian kondusif dan tamu nyaman ke Lombok. Tugas keamanan itu bukan hanya di kepolisian, kesadaran masyarakat di Lombok Tengah harus ditingkatkan juga," ujar Sutrisno.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lendek Jayadi mengatakan seluruh pedagang di kawasan KEK Mandalika memang menjadi tugas dinas pariwisata. Di sisi lain kata Jayadi secara sektoral ada tugas-tugas pada OPD lain sesuai kewenangannya.

"Ada Dinas Perdagangan dan lain-lain. Tapi begini, Insyaallah akan terus kita bina bersama OPD terkait," pungkas Jayadi.

Dia pun enggan menyebutkan jumlah pedagang asongan yang berjualan di area KEK Mandalika. Namun faktanya, dari seluruh pedagang hampir 90 persen berasal dari Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.




Simak Video "Sirkuit Mandalika Dibuka Untuk Umum, Segini Harga Tiketnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/irb)