Tiket WSBK 2022 Bakal Diintegrasikan dengan Makanan Penonton

Ahmad Viqi - detikBali
Selasa, 02 Agu 2022 00:07 WIB
Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis PT Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC) Arie Prasetyo.
Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis PT Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC) Arie Prasetyo. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Tengah -

Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis PT Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC) Arie Prasetyo mengatakan tiket nonton World Superbike Championship 2022 di Sirkuit Mandalika akan diintegrasikan dengan makanan penonton.

"Rate tiketnya hampir sama atau lebih murah dibandingkan tahun 2021. Tapi belum kami launching. Yang jelas kita coba integrasikan makanan penonton dengan tiket WSBK," kata Arie usai acara Track Walk di Sirkuit Mandalika, Senin (1/8/2022) siang tadi.

Dengan integrasi itu, nantinya penonton tidak perlu membawa makanan ke area Sirkuit Mandalika. Seluruh penonton akan dapat jatah makan dengan menunjukkan tiket WSBK. "Kita akan coba untuk tahun ini," katanya.


Menurut Arie, PT ITDC dan MGPA sedang merencanakan seluruh persiapan jelang WSBK yang akan digelar akhir bulan November 2022 mendatang. Persiapan WSBK 2022 kali ini akan mulai dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2022 mendatang.

"Ya sedang kita persiapan eventnya seperti apa, festival apa saja. Dalam bulan Agustus ini kita akan launching dulu untuk harga dan penjualan tiketnya," ujarnya.

Koordinasi Harga Hotel

Arie menambahkan, selain menyiapkan seluruh event dan perbaikan trek utama Sirkuit Mandalika, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemda NTB untuk menentukan harga hotel di Pulau Lombok.

"Harusnya kita sama-sama punya gawean. Tapi kebanyakan hotel-hotel sudah naikkan semua harganya. Saya takutnya costumer kecewa nanti. Nanti kita sama-sama atur dan koordinasikan karena ini bagian dari tugas semua," kata Arie.

Ia berharap saat event WSBK 2022, para pelaku usaha penginapan di Lombok tidak menaikkan harga dan mengikuti Pergub Nomor 9 tahun 2022.

"Nanti harga ini biar Pergub Nomor 9 itu yang menjadi monitor kita bersama. Karena dimen sama suplai kan lebih besar dimen saat event besar," katanya.

Arie pun mengaku harga hotel sangat wajar naik ketika yang menonton lebih dari 60 ribu dengan ketersediaan hotel 20 ribu kamar. Hanya saja, dampak jangka panjangnya juga harus dipikirkan.

"Tentu itu jadi kesempatan hotel menjual semahal-mahalnya. Tapi apa iya? Event ini kan akan berlangsung 9 tahun lagi. Takutnya kami tidak ada lagi yang menonton ke Sirkuit Mandalika," pungkas Arie.



Simak Video "Sirkuit Mandalika Dibuka Untuk Umum, Segini Harga Tiketnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)