Asosiasi Perhotelan Minta Pergub Tarif Hotel di Lombok Diatur Kembali

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 29 Jul 2022 21:24 WIB
Rapat persiapan akomodasi dan tarif hotel 3 bulan jelang event World Superbike Championship atau WSBK di Sirkuit Mandalika, Jumat (29/7/2022).
Rapat persiapan akomodasi dan tarif hotel 3 bulan jelang event World Superbike Championship atau WSBK di Sirkuit Mandalika, Jumat (29/7/2022). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat persiapan tarif akomodasi dan tarif hotel di Pulau Lombok, Jumat sore (29/7/2022). Hampir semua perwakilan pengusaha asosiasi perhotelan dan akomodasi yang hadir meminta agar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 tahun 2022 tentang penyelenggaraan tarif usaha jasa akomodasi selama event Internasional di Sirkuit Mandalika untuk diatur kembali.

Untuk diketahui, rapat bersama jajaran pengusaha hotel tersebut digelar menjelang event World Superbike Championship (WSBK) di Sirkuit Mandalika pada November mendatang.

"Jadi perlu kiranya membatasi ambang atas dan ambang bawah tarif hotel sesuai Pergub itu. Karena hampir semua hotel memiliki tarif berbeda walaupun sama-sama berbintang," kata General Manager Astoria Hotel Lombok Saeno Kunto, Jumat sore (29/7/2022) di Aula Sangkareang Kantor Gubernur NTB.


Menurut Saeno, Pergub nomor 9 tahun 2022 itu seharusnya juga membahas secara teknis bagaimana sanksi yang diberikan kepada pihak hotel, travel agent, akomodasi yang kedapatan menaikan tarif di batas kewajaran.

"Jadi perlu di atur juga di dalam Pergub tadi seperti apa sanksi administrasi atau sanksi hukumnya. Agar bisa melibatkan Polda NTB dalam menindak para pelaku," katanya.

Menurut Saeno, beberapa poin di dalam Pergub itu belum dijelaskan soal sanksi dan prosedur tarif ambang atas hotel sesuai masing-masing zona 1 hingga zona 3. "Kami khawatir apabila seperti ini terjadi. Khusus untuk travel agen juga perlu diatur agar tidak menjual kembali kamar hotel ke para tamu yang menginap di Lombok dengan harga yang tidak wajar," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi mengatakan pihaknya akan mengakomodir tawaran penyempurnaan Pergub Nomor 9 tahun 2022 yang mengatur tentang tarif akomodasi hotel selama event internasional yang digelar di Sirkuit Mandalika.

"Kita akan mencari jalan yang bagus. Kami siap akan sempurnakan. Bicara penginapan ini kan tidak hanya bicara soal harga dan kenaikan. Tapi bagaimana menyiapkan manajemen yang bagus untuk penginapan dan akomodasi pada saat event internasional," kata Yusron.

Dinas Pariwisata, atau dalam hal ini Pemda NTB, akan mengundang kembali pihak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB untuk membahas terkait penyempurnaan Pergub tersebut.

"Kami minta PHRI NTB juga kembali merapatkan di internal duduk bersama berdiskusi terkait dengan manajemen penginapan. Termasuk menekan harga hotel saat event agar tidak ada lonjakan seperti tahun lalu," kata Yusron.

Yuron menyebut pihaknya belajar dari pengalaman saat event MotoGP 2022 Maret lalu. Oleh karenanya, penyempurnaan kebijakan terkait akomodasi perlu dilakukan.

"Ini kita lalui supaya bisa menguntungkan semua pihak termasuk industri pariwisata kita," pungkas Yusron.



Simak Video "Mulai Rp 74 Ribuan, Ini Daftar Harga Tiket WSBK Mandalika 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)