Bayi Ditemukan Terbungkus Plastik di Lombok Hasil Hubungan Gelap

Ahmad Viqi - detikBali
Selasa, 21 Jun 2022 18:48 WIB
Pelaku S (19) saat digelandang anggota Polres Lombok Barat
Foto: Pelaku S (19) saat digelandang anggota Polres Lombok Barat. (ist)
Lombok Barat -

Bayi yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa terbungkus plastik di wilayah Dusun Sedayu, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, NTB merupakan hasil hubungan gelap. Pelaku S (19) sengaja membuang bayinya yang baru lahir pada Sabtu (18/6/2022).

"Jadi motifnya malu ketahuan sama tetangganya karena melahirkan anak hasil hubungan gelap," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Barat Iptu I Made Dharma Yulia Putra, Selasa sore (21/6/2022).

Menurut Dharma, pelaku S telah ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia. Dari pengakuan S, awal mula pembunuhan bayi tersebut ketika tersangka melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu pada Sabtu (18/6/2022), sekitar pukul 01.00 WITA .


"Jadi saat dilahirkan, bayi dalam keadaan menangis. Nah tersangka ini melilitkan tali pusar, kemudian mukanya ditutup menggunakan bantal," kata Dharma.

Menurut Dharma, tersangka S melahirkan bayinya di kediamannya. Tak ingin ketahuan tetangga, kemudian timbul niat S untuk membunuh bayi laki-laki tersebut.

Setelah meninggal dunia, tersangka ini menggunakan mukenah membawa mayat bayi keluar rumah. "Memang sengaja dibuang di kebun pepaya tersebut," kata Dharma.

Tersangka mengaku nekat melakukan tindakan pembunuhan karena merasa malu hamil dan melahirkan bayi hasil hubungan gelap. Apalagi tersangka menyandang status janda di lingkungannya.

Dharma mengaku hingga saat ini, pihaknya masih mengamankan satu pelaku, yakni ibu dari bayi yang dibunuh dan dibuang di kebun pepaya milik warga. Sedangkan untuk pacar tersangka masih dalam pendalaman polisi. "Pacarnya belum kita amankan karena masih berstatus sebagai saksi," katanya.

Akibat perbuatannya tersangka S dijerat pasal 76 C jo pasal 80 ayat (3) Undang-undang RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan meninggal dunia.

"Tersangka ini diancam hukuman di atas 5 tahun penjara," pungkasnya.

Sebelumnya, seorang warga asal Dusun Sedayu, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, menemukan sosok bayi terbungkus plastik berwarna kuning dan kondisinya sudah tak bernyawa. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan saat saksi sedang memetik buah pepaya di sekitar lokasi, Sabtu siang (18/6/2022) kemarin.

Kapolsek Kuripan Iptu Sutrisno mengatakan bayi laki-laki ini ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Ahmad Rosidi.

"Ternyata benar, setelah membuka isi dari bungkus plastik ini adalah jasad bayi," jelas Sutrisno, Minggu (19/6/2022).

Mendapati itu, saksi kemudian memberitahu warga lainnya untuk membawa bayi malang tersebut ke Puskesmas Desa Kuripan. Dijelaskan, mayat bayi tanpa identitas itu sudah dalam kondisi tak bernyawa. Bayi tersebut memiliki panjang 50 cm dan berat plasenta capai 500 mg.

"Saksi juga menemukan sebuah kerudung warna putih, dan sebuah karung warna putih di dalam plastik bayi," kata Sutrisno.



Simak Video "Wanita di Mamuju Tega Buang Bayinya Hasil Hubungan Gelap"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)