Viral, Bayi Kembar Meninggal secara Beruntun di RSUD Dompu

Viral, Bayi Kembar Meninggal secara Beruntun di RSUD Dompu

Faruk Nickyrawi - detikBali
Kamis, 28 Apr 2022 10:30 WIB
ilustrasi bayi kembar
ilustrasi bayi kembar (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Dompu -

Sepasang bayi kembar meninggal dunia saat dirawat di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diduga, bayi kembar tersebut meninggal akibat malpraktek. Namun dugaan tersebut dibantah oleh pihak rumah sakit.

Kematian bayi tersebut sempat heboh di media sosial setelah di-posting oleh beberapa pengguna Facebook. Dalam postingan itu, dijelaskan bahwa bayi kembar meninggal secara beruntun hanya berselang dua hari.


Bayi pertama meninggal pada Sabtu (23/4/2022) malam, dan bayi kedua meninggal pada Senin (25/4/2022) malam.

Mereka kecewa dengan pelayanan pihak rumah sakit terutama pelayanan tenaga kesehatan di ruangan NICU yang hingga menyebabkan kematian bayi yang baru berumur 8 hari tersebut.

Pasalnya, kematian bayi disebutkan terjadi setelah dilakukan transfusi darah oleh petugas. Selain itu terdapat juga memar warna biru dan bekas suntikan pada tubuh bayi.

Namun postingan yang viral dan mendapatkan berbagai tanggapan itu tak lama dihapus kembali oleh pengunggah.

Kabag Humas RSUD Dompu, Muhammad Iradat membenarkan adanya keluarga bayi yang tidak terima dengan kematian bayi saat dirawat.

Namun setelah dipertemukan dengan pihak rumah sakit, akhirnya kematian bayi tersebut diterima.

"Sudah dipertemukan keluarga pasien dengan direktur RSUD. Pihak keluarga dan para dokter dan Nakes yang merawat sudah dikonfrontir. Tidak ada yang keluar dari SOP dan tidak memenuhi unsur malpraktik," jelas Iradat Kamis (28/4/2022).

Dikatakannya, kekecewaan keluarga bayi disebabkan oleh perbedaan pemahaman antara keluarga dan petugas rawat bayi tentang SOP perawatan dan pelayanan terhadap pasien.

"Hanya miskomunikasi, perspektif dan pemahaman yang berbeda antara masyarakat awam dengan para petugas. Cuman atas meninggalnya kedua bayi kembar tersebut, kedua pihak saling maaf-memaafkan," ujarnya.

"Diperparah dengan penggiringan opini dan dipanas-panasi oleh masyarakat diluar kedua orang tua. Semakin liar juga dengan postingan medsos yang lebay dan berlebihan, bahkan cenderung fitnah keji kepada para Nakes," tambahnya.



Simak Video "Ratusan Nakes di Dompu Mogok Kerja Gegara Dilarang Daftar PPPK"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)