Tuak Loloh, Minuman Pelepas Dahaga yang Berkhasiat Bagi Kesehatan

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Minggu, 25 Sep 2022 17:22 WIB
Nyoman Wisada (60), salah satu pedagang tuak loloh di Buleleng, Bali, Minggu (25/9/2022).
Nyoman Wisada (60), salah satu pedagang tuak loloh di Buleleng, Bali, Minggu (25/9/2022). Foto: Made Wijaya Kusuma
Buleleng -

Menyantap minuman dingin menjadi solusi terbaik untuk melepas dahaga, apalagi dengan kondisi cuaca cukup terik saat ini di Buleleng, Bali. Salah satu minuman pelepas dahaga yang sangat mudah ditemui di Buleleng, yakni tuak loloh. Selain menyegarkan, minuman ini juga punya khasiat yang baik bagi kesehatan.

Sesuai namanya, minuman ini terbuat dari campuran tuak dan loloh (jamu). Tuak yang dipakai di sini ialah tuak manis yang tidak mengandung kadar alkohol, sehingga tidak membuat yang mengonsumsi minuman ini mabuk. Tuak manis terbuat dari sadapan air bunga pohon ental (lontar) yang tidak melalui proses fermentasi.

Sedangkanlolohnya terbuat dari racikan daun belimbing dan daun kayu manis. Daun belimbing dan daun kayu manis ditumbuk hingga halus, selanjutnya diberikan air secukupnya. Kemudian diperas dan diambil saripatinya, tuak loloh pun bisa langsung disajikan.


"Tuak loloh ini campuran dari tuak manis dan loloh (jamu), lolohnya terbuat dari daun belimbing sama daun kayu manis, ditumbuk terus diperas," kata Nyoman Wisada (60), salah satu pedagang minuman tuak loloh di Buleleng, saat ditemui detikBali, Minggu (25/9/2022).

Mudita mengatakan, peminat tuak loloh di Buleleng saat ini masih cukup banyak. Terbukti, dalam sehari ia bisa menghabiskan sekitar 30 liter tuak loloh. Selain karena rasanya yang enak, perpaduan cita rasa manis dari tuak dan rasa sepat dari loloh. Minuman ini juga dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan, terutama dalam hal menambah nafsu makan.

"Kalau khasiatnya itu penambah nafsu makan, juga sebagai penambah energi, sekarang cukup banyak peminatnya, habis 30 liter per hari," katanya.

Nyoman Wisada (60), salah satu pedagang tuak loloh di Buleleng, Bali, Minggu (25/9/2022).Nyoman Wisada (60), salah satu pedagang tuak loloh di Buleleng, Bali, Minggu (25/9/2022). Foto: Made Wijaya Kusuma

Bagi anda yang datang ke Buleleng, wajib coba minuman ini. Pedagang tuak loloh sangat mudah ditemui di Buleleng, rata-rata mereka berjualan di pinggir jalan menggunakan sepeda motor.

Seperti di Jalan Sudirman, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Bali, tepatnya di depan Yonif Raider 900/Singaraja. Untuk dapat menikmati segarnya tuak loloh ini, pembeli cukup merogoh kocek Rp 3 ribu per gelas.

"Harganya per gelas itu hanya Rp 3 ribu, kalau saya jualannya keliling, tapi paling sering di sini (Jalan Sudirman, Banyuasri), habisnya paling sekitar pukul 16.00 Wita sore, habis itu langsung pulang," pungkasnya.



Simak Video "Sambal Bejek Belayu, Kuliner Legendaris dengan Bunga Kecombrang"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)