Seorang pria mencuri kabel penangkal petir di kos-kosan Jalan Tukad Balian, Kelurahan Renon, Denpasar. Tindakan kriminal pria tersebut terekam closed-circuit television (CCTV) kos. Berdasarkan rekaman itu, pencurian terjadi pada Selasa (22/9/2026) pukul 11.00 Wita.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan pelaku beraksi sendirian. Pelaku tampak mengenakan hoodie hitam dan topi. Namun, pria itu tak mengenakan penutup wajah atau masker sehingga mukanya terlihat cukup jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik kos, Rico, menuturkan dirinya merasa ada yang tidak beres tatkala mendapati tampilan kamera pengawas kos miliknya tampak miring. Setelah memeriksa rekaman, ia terkejut melihat seorang pria asing masuk ke area kos dan memotong kabel.
"Gara-gara iseng cek CCTV, kok tiba-tiba CCTV saya miring. Buru-buru dicek, ternyata ada orang bawa kabel," terang Rico kepada detikBali.
Rico lantas memeriksa langsung kondisi bangunan kosnya. Benar saja, kabel penangkal petir berbahan tembaga sepanjang 15 meter yang semula membentang dari lantai satu hingga lantai empat kos-kosan tersebut telah raib.
"Kos saya lantai empat, dari lantai dua (kabelnya) dipotong, terus dia bobol lantai empat buat motong yang di bagian atas," jelas Rico.
Menurut Rico, setelah kejadian tersebut, salah satu penghuni sempat melihat orang asing yang mondar-mandir di sekitar area kos sehari sebelumnya.
Rico berujar, warga atau pemilik kos memang kerap kesulitan mengidentifikasi pelaku kejahatan dengan modus seperti ini. Sebab, jika ditegur atau ditanya, pelaku biasanya berkilah sedang mencari kamar sewaan.
"Orang seperti ini kalau ditanya biasanya jawab mau lihat-lihat kos, susah membedakan pencuri atau bukan," keluh Rico.
Akibat kejadian ini, Rico mengalami kerugian hampir mencapai Rp 1 juta. Beruntung,tak ada barang lain milik penghuni kos yang dibawa raib oleh pencuri.
Meski mengantongi bukti rekaman kamera pengawas, Rico belum berencana melaporkan pencurian ini ke polisi. Namun, ia berpesan agar pemilik atau penghuni kos lain, khususnya di Denpasar untuk lebih waspada terhadap orang asing yang mencurigakan.