Petani bawang berinisial H (42) dikeroyok massa buntut mencuatnya isu pencabulan terhadap anak di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak hanya itu, warga juga membakar pondok dan hasil panen bawang merah milik petani asal Kabupaten Bima, NTB, itu.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Dompu Iptu I Nyoman Suardika membenarkan adanya dugaan pencabulan yang berujung aksi pengeroyokan dan pembakaran itu. Menurutnya, warga yang termakan isu dugaan pelecehan itu meluapkan kemarahan dengan melakukan penganiayaan dan pembakaran.
"Dugaan pencabulan ini memicu amarah massa," ungkap Suardika dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video yang menampilkan aksi pembakaran pondok dan bawang merah milik viral di media sosial sejak Senin (27/7). Berdasarkan video yang beredar, sekelompok orang menyaksikan pondok dan tumpukan bawang kering yang dibakar bersama dengan terpal. Selain itu, mesin pompa air juga ikut dibakar.
Peristiwa penganiayaan dan pembakaran itu terjadi di salah satu desa di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Minggu (26/7). Polisi kemudian mengevakuasi H dari amukan massa dan mengamankan petani bawang itu ke Mapolsek.
"Kami melakukan evakuasi terhadap H dari lokasi. Tindakan ini murni bertujuan menyelamatkan nyawa terduga pelaku dari ancaman massa yang sedang emosi," imbuh Suardika.
Suardika menyebut peristiwa itu terus berkembang dengan masuknya tiga laporan berbeda pada peristiwa yang sama. Laporan pertama tentang dugaan pencabulan terhadap anak, laporan kedua terkait pengeroyokan, dan laporan ketiga mengenai perusakan barang.
"Tim kami telah melakukan serangkaian proses penyelidikan terhadap tiga dugaan tindak pidana tersebut seperti visum, pemeriksaan saksi, cek TKP dan koordinasi dengan DP3A serta psikolog. Kami akan mendalami seluruh aspek kasus ini secara transparan dan berkeadilan," pungkasnya.