Orang tua korban dugaan pelecehan seksual oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perapen 01, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), angkat bicara. Ia menyebut persoalan yang sempat viral di media sosial itu terjadi akibat kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Ayah korban, Lalu Hirjran, mengatakan mediasi telah dilakukan dengan melibatkan kedua belah pihak, aparat kepolisian, dan TNI. Hasilnya, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selaku orang tua korban, waktu itu dari kepolisian dan TNI sudah hadir, termasuk kami juga, untuk mengambil kesempatan berdamai," kata Hirjran kepada wartawan di Praya, Selasa (28/7/2026).
Hirjran mengaku telah berbicara langsung dengan putrinya untuk memastikan kronologi kejadian. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, ia menyimpulkan tidak ada persoalan lain selain kesalahpahaman yang telah diselesaikan melalui mediasi.
"Jadi masalah ini sebenarnya sudah tidak ada. Saya sudah tanya anak saya sendiri secara pribadi. Murni hanya kesalahpahaman," ujarnya.
Ia juga menyebut hasil mediasi telah dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang ditandatangani di atas materai oleh pihak-pihak terkait. Selain itu, mediasi juga disaksikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
"Surat pernyataan sudah pakai materai semua saat mediasi," katanya.
Hirjran mengaku sempat meminta penjelasan langsung kepada anaknya mengenai peristiwa yang terjadi. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti pengakuan awal sang anak. Dari pengakuan putrinya, ia menyimpulkan tidak ada dugaan pelecehan seksual seperti yang ramai diberitakan di media sosial.
"Saya tanyakan langsung, demi Allah, bagaimana kejadiannya. Ya seperti cerita yang tadi. Kekeliruan, kesalahpahaman saja," ungkapnya.
Ia mengatakan putrinya kini tetap bekerja seperti biasa di SPPG dan bahkan setiap hari diantar olehnya. Hirjran mengklaim jika dengan aktifnya sang anak bekerja sebagai bukti bahwa tak ada persoalan yang terjadi.
"Sekarang masih masuk kerja, saya yang antar," katanya.
Terkait video yang memperlihatkan putrinya menangis dan sempat viral, Hirjran menilai tangisan tersebut dipicu rasa malu akibat kesalahpahaman yang terjadi, bukan karena adanya tindakan pelecehan.
"Itu videonya disebarkan entah oleh siapa. Memang suaranya menangis. Dia malu sama teman-temannya katanya. Hanya salah paham. Dia juga sudah minta maaf ke saya," tuturnya.
Sebelumnya, dugaan pelecehan seksual yang menyeret Kepala SPPG Perapen 01, Salman, mencuat setelah beredar video proses mediasi antara Salman dan bawahannya di media sosial. Dalam video itu, terdengar pengakuan seorang korban yang tak terima dibelai-belai oleh terduga pelaku sambil sesenggukan menangis.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun facebook @Bang_Guru. Postingan itu saat ini telah ditonton sebanyak 861 kali dan direspon ratusan orang.
"Tau pak ndek andang muri fokusk gawekanm laporan. Beridap kepalam due kali (tau pak ndak hadap belakang karena saya fokus ngerjain laporan tapi saya merasakan dua kali). Nggih (dua kali)," kata korban dalam video itu yang dikutip detikBali, Senin (27/7/2026).
Dalam video itu juga terdengar terduga pelaku yang menyangkal perbuatannya. Ia pun menyampaikan jika dirinya mengajak korban ke tempat sepi agar lebih fokus membuat laporannya. Di sisi lain, ia juga mengatakan sengaja begitu untuk mencari sensasi lain karena lagi mumet.
"Tiang sudah sampaiin ayo dek kita mau ke mana. Lagi pusing begini, telih (dingin). Nanikh (sekarang) belianm es menu," kata terduga pelaku saat pertemuan itu.
Korban pun merespon jika alasan terduga pelaku mengajaknya ke tempat sepi agar leluasa melancarkan aksinya. Ia pun sempat mengecek CCTV namun tak menemukan. Namun, ia menyampaikan jika ia merasa adanya sentuhan di kepalanya.
"Ye mum tenak jok tempat lain yang sepi. Makanya tadi waktu side pergi. Saya langsung liat pergi muk cek CCTV kenak atau ndek. Adekn molah ndek meni kenjarian. Laguk ndekn arak CCTV. Kembek bani ngeraos marak meni (kenapa berani ngomong seperti ini). Sengakn merasek kak (karena merasa saya)," ujarnya.