detikBali

Konflik Warga Dua Desa di Adonara NTT Mereda, TNI-Polri Terus Patroli

Terpopuler Koleksi Pilihan

Konflik Warga Dua Desa di Adonara NTT Mereda, TNI-Polri Terus Patroli


Yurgo Purab - detikBali

Personel TNI-Polri memastikan situasi dua desa yang terlibat bentrok di Adonara aman dan kondusif, Selasa (21/7/2026).
Personel TNI-Polri memastikan situasi dua desa yang terlibat bentrok di Adonara aman dan kondusif, Selasa (21/7/2026). (Foto: Dok. TNI)
Flores Timur -

Personel gabungan TNI-Polri memastikan situasi di Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, telah aman dan kondusif seusai bentrokan yang menewaskan tiga orang. Aparat masih melakukan patroli gabungan untuk mencegah konflik kembali pecah.

Patroli dilakukan personel Kodim 1624/Flores Timur yang dipimpin Danramil 1624-02/Adonara Mayor Inf Paulus Ibi Weking bersama anggota Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, Brimob Maumere, serta personel Polda NTT dan Satbrimob Polda NTT di wilayah Lewonara, Desa Narasaosina, dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Selasa pagi (21/7/2026).

Danramil 1624-02/Adonara Mayor Inf Paulus Ibi Weking mengatakan patroli gabungan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan pascakonflik sosial yang terjadi sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehadiran aparat gabungan di lapangan bertujuan untuk memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di kedua wilayah," ujar Ibi Weking kepada detikBali, Selasa.

ADVERTISEMENT

Patroli gabungan, lanjut Weking, akan terus dilakukan guna memastikan situasi keamanan tetap terjaga. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

"Kami terus melakukan pemantauan dan patroli bersama untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi sehingga keamanan dan kedamaian di wilayah ini dapat terus terjaga," tandasnya.

Konflik antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak telah pecah tiga kali sepanjang 2026. Bentrokan diduga dipicu saling klaim tanah adat.

Bentrokan pertama terjadi pada Jumat malam (6/3). Enam bangunan ludes terbakar, terdiri atas gudang kopra, tempat cuci motor, pangkas rambut, dan rumah warga.

Sebelum bentrokan pertama, Pemkab Flores Timur telah memediasi kedua desa di Kantor Bupati Flores Timur, Kamis (26/2). Namun, mediasi tersebut tidak menghentikan konflik. Setelah bentrokan pertama, pemerintah daerah kembali mempertemukan kedua pihak secara terpisah.

Bentrokan kembali pecah pada Sabtu (9/5). Konflik itu menyebabkan enam rumah terbakar dan enam warga terkena tembakan peluru senjata rakitan.

Usai bentrokan kedua, kedua desa sepakat berdamai dan menyerahkan 863 senjata api rakitan kepada Polres Flores Timur secara sukarela. Seluruh senjata tersebut kemudian dimusnahkan bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80 pada Rabu (1/7/2026) sebagai simbol berakhirnya konflik.

Namun, konflik kembali pecah pada Sabtu pagi (18/7). Bentrokan terbaru mengakibatkan 20 rumah terbakar, tiga orang tewas, dan enam orang lainnya mengalami luka berat maupun ringan.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads