detikBali

Pelatih Komodo United Akui Pukul Wasit PSSI, Lisensi Dicabut

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pelatih Komodo United Akui Pukul Wasit PSSI, Lisensi Dicabut


Ambrosius Ardin - detikBali

Konferensi pers PSSI Manggarai Barat bersama panitia terkait insiden pelatih memukul wasit turnamen PSSI CUP II Manggarai Barat, di Labuan Bajo, Sabtu (5/9/2026). (Ambrosius Ardin/detikBali)
Foto: Konferensi pers PSSI Manggarai Barat bersama panitia terkait insiden pelatih memukul wasit turnamen PSSI CUP II Manggarai Barat, di Labuan Bajo, Sabtu (5/9/2026). (Ambrosius Ardin/detikBali)
Manggarai Barat -

Pelatih Komodo United, Romanus Novri, mengakui telah memukul wasit seusai timnya kalah 0-1 dalam pertandingan melawan Black Crown di di Stadion Ora Flobamorata, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Novri mengakui salah dan meminta maaf atas tindakannya.

Korban pemukulan Novri adalah wasit bernama Fredi. Insiden itu terjadi sesaat seusai Fredi meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan perebutan tiket semifinal Komodo United versus Black pada Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat, Jumat (4/9/2026) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Novri menolak untuk menjelaskan pemicu dirinya memukul wasit. Dia hanya menjelaskan bahwa aksinya memukul wasit merupakan tindakan yang salah dan merusak citra sepak bola.

"Bagaimana pun juga tindakan yang saya lakukan tidak benar dan merusak citra sepakbola. Terkait hal ini, dari lubuk hati terdalam saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada korban, keluarga, komite wasit maupun seluruh unsur terkait," ujar Novri, Minggu (6/9/2026).

ADVERTISEMENT

Novri mengakui wasit yang dipukul itu adalah kawannya sendiri. Ia berharap Fredi menerima permintaan maafnya.

"Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada korban yang juga bukan orang lain adalah teman saya sendiri. Semoga dengan segala kekhilafan dan kesalahan saya dibukakan pintu maaf," ujar Novri.

Permintaan maaf juga disampaikan kepada masyarakat Manggarai Barat.

"Terakhir saya juga memohon maaf kepada publik Manggarai Barat yang atas perbuatan saya telah membuat kegaduhan," kata Novri.

Dicabut Lisensi Pelatih

Novri mendapat hukuman dari PSSI Kabupaten Manggarai Barat dengan mencabut lisensi kepelatihannya. Novri menerima sanksi tersebut. Ia berujar, insiden pemukulan wasit menjadi pelajaran baginya.

"Adapun sanksi kepada saya, saya siap terima. Dan ini menjadi pembelajaran bagi saya ke depannya untuk lebih bersikap dewasa dalam menyikapi persoalan," ujar Novri.

Terkait laporan korban ke Polres Manggarai Barat, Novri menyerahkan prosesnya kepada penegak hukum. Dia mengaku siap menanggung konsekuensi perbuatannya.

"Adapun LP (laporan polisi) yang dibuat oleh korban maupun pihak keluarga sepenuhnya saya serahkan ke pihak berwajib, dan saya siap menanggung segala konsekuensi terkait perbuatan saya," tandas Novri.

Diberitakan sebelumnya, Fredi dipukul di rahang kiri hingga berdarah dan lebam. , Fredi mendapat perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Video yang memperlihatkan aksi Novri memukul Fredi viral di media sosial. Dalam video itu terlihat Fredi berlari ke tengah lapangan menuju posisi berdiri Fredi. Fredi tidak menyadari kehadiran Novri yang muncul dari arah belakang. Tangan kanan kemudian memukul rahang kiri Fredi.

Ketua PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu mengecam pemukulan wasit tersebut. Menurut Yono, aksi Novri memukul wasit itu sebagai tindakan memalukan dan merusak citra sepak bola Manggarai Barat. Yono menegaskan pemukulan wasit melanggar kode etik PSSI.

PSSI Manggarai Barat menjatuhkan sanski pembekuan terhadap Komodo United. Lisensi kepelatihan Novri juga dicabut. PSSI Manggarai Barat akan menyerahkan proses selanjutnya kepada komisi disiplin PSSI yang punya kewenangan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggan kode etik.

PSSI Manggarai Barat juga mendukung proses hukum terhadap insiden tersebut. Adapun korban telah membuat laporan ke Polres Manggarai Barat pada Jumat (4/9/2026) malam. Panitia turnamen ikut mendampingi korban membuat laporan polisi.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads