detikBali

Hasil Autopsi Jenazah WN Australia Bunuh Diri di Imigrasi Ngurah Rai

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Hasil Autopsi Jenazah WN Australia Bunuh Diri di Imigrasi Ngurah Rai


Putu Yonata Udawananda - detikBali

Dokter forensik RSUP Prof. Ngoerah, dr. Ida Bagus Putu Alit saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7/2026) (Putu Yonata/detikBali)
Foto: Dokter forensik RSUP Prof. Ngoerah, dr. Ida Bagus Putu Alit saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7/2026). (Putu Yonata/detikBali)
Denpasar -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, silakan segera hubungi profesional kesehatan mental, psikolog, psikiater, atau layanan hotline darurat kesehatan mental terdekat.

Tewasnya WN Australia, Cameron Hughes (39) di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dipastikan karena bunuh diri. Proses autopsi yang dilakukan dokter forensik memastikan penyebab kematian tersebut.

Dokter Forensik RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, dr. Ida Bagus Putu Alit, membeberkan hasil autopsi jenazag Hughes. Instalasi Forensik menerima jenazah korban pada Senin (13/7/2026) pukul 21.10 Wita. Saat itu, langsung dilakukan pemeriksaan luar pada jenazah korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alit menjelaskan pihaknya tidak menemukan tanda luka yang fatal. Hanya ada luka memar di kedua tangan. "Pada pemeriksaan luar, itu kami tidak menemukan tanda-tanda yang fatal," ungkap Alit pada konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7/2026).

ADVERTISEMENT

Kemudian, pada proses autopsi baru ditemukan dugaan penyebab kematian yang mengarah pada percobaan bunuh diri. Alit menemukan adanya resapan darah pada kulit leher dan kelenjar gondok yang bentuknya melingkar pada leher.

Dalam penjelasannya, tanda-tanda tersebut lazim disebabkan oleh tekanan yang diberikan dengan benda lembut. Hal tersebut senada dengan temuan kepolisian yang menemukan handuk yang diduga digunakan korban untuk mengikat lehernya di kamar mandi.

"Ini memang sesuai dengan penekanan pada leher yang disebabkan oleh benda-benda yang lembut, ya seperti kain," tuturnya.

Upaya gantung diri itu disebut menyebabkan pendarahan pada bagian bawah selaput otak yang menyebabkan korban mati lemas.

Selain itu, pihak dokter juga menemukan adanya kelainan jantung yang dialami korban. Jantung korban disebut lebih besar dari ukuran jantung normal serta dengan pembuluh darah yang mengeras. Alit menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait hal itu.

"Penyebab kematian yang bisa dipertimbangkan itu adalah adanya penekanan pada leher yang menyebabkan perdarahan di bawah selaput lunak otak dan mati lemas, yang dipicu kematiannya oleh kelainan jantung yang ada," papar Alit.

Sebelumnya diberitakan, Cameron Hughes ditemukan terkapar saat berada di ruang detensi Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Jumat (10/7/2026). Dia masih ditemukan dalam kondisi bernapas sebelum dilarikan ke RSU Jimbaran. Saat mendapat penanganan medis di sana, dokter menyatakan jika korban sudah meninggal dunia.



(hsa/hsa)










Hide Ads
LIVE