Orang tua salah satu santri yang diduga dibakar temannya sesama santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Dusun Sengkol II, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, pada November 2025, resmi melapor ke polisi, Kamis (4/6/2026). Kondisi anak mereka sampai sekarang masih sakit akibat luka bakar parah dan hendak menjalani operasi.
Pantauan detikBali, orang tua korban tiba di Polres Lombok Tengah sekitar pukul 10.12 Wita, dengan didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara. Mereka kemudian langsung masuk ke ruang SPKT untuk memberikan keterangan awal kepada polisi.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, menyebut kedua orang tua korban saat ini masih memberikan keterangan awal di SPKT Polres Lombok Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baik, pada hari ini memang ada laporan dari salah satu warga yang merupakan orang tua dari korban kekerasan anak yang dilakukan salah satu Ponpes," kata Brata kepada awak media, Kamis siang.
Brata menjelaskan yang memasukkan laporan pada hari ini merupakan orang tua dari salah satu korban yang berasal dari Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara.
"Hari ini sudah resmi datang melapor. Orang tua dari salah satu korban yang ada di Batukliang Utara," imbuhnya.
Menurut Brata, berdasarkan keterangan awal yang diterima dari pelapor korban dalam kejadian tersebut sebanyak tiga orang, satu di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialami.
"Sesuai dengan keterangan dari pelapor ada tiga. Itu keterangan dari pelapor (ada meninggal dunia). Tapi ini kami masih dalam proses penyelidikan," imbuhnya.
Peristiwa itu terjadi pada November 2025 saat korban dan terduga pelaku cekcok di area ponpes. Namun, berselang tiga hari kemudian, terlapor mencari korban ke kamarnya dengan membawa bensin dan langsung membakar ketiga korban di kamarnya.
"Kemudian setelah tiga hari, setelah terjadi cekcok itu. Kemudian pelaku datang membawa bensin ke kamar tempat korban istirahat dan membakar plastik dan di situ lah terjadi ada santri ini mengalami luka bakar," beber Brata.
Korban dan terduga pelaku ini merupakan rekan satu pondok yang sama-sama menjadi santri di sana. Ia menyebut, korban saat ini masih mengalami sakit bahkan dalam waktu dekat akan menjalani operasi.
"Korban saat ini masih sakit, mengalami luka bakar," beber Brata.
Brata memastikan pihaknya akan menangani perkara ini secara terbuka dan transparan meski terduga pelaku dan korban masih di bawah umur. "Kami baru terima laporan hari ini. Kami juga nggak tau kenapa tidak ada laporan dari awal. Mohon bersabar ya ini baru laporan awal," tegasnya.
(hsa/hsa)










































