detikBali

Satgas PPKPT Periksa Dosen Unkriswina Sumba Terkait Kasus Pelecehan Mahasiswi

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Satgas PPKPT Periksa Dosen Unkriswina Sumba Terkait Kasus Pelecehan Mahasiswi


Yufengki Bria - detikBali

Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto: iStock)
Kupang -

Dosen Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), inisial RAL diperiksa oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unkriswina. RAL diperiksa terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya, JSM.

"Berdasarkan update satu jam lalu dengan ketua Satgas PPKPT, sudah menemui (periksa) dosen RAL kemarin malam," ujar Rektor Unkriswina Umbu Ho Ara kepada detikBali, Minggu (31/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pemeriksaan tersebut, Umbu berujar, Satgas PPKPT juga sudah menghubungi warga dan mahasiswi agar memberi informasi maupun fakta lain terkait kasus tersebut. Meski demikian, ia enggan membocorkan hasil pemeriksaan tersebut.

"Detail dari pertemuan satgas belum disampaikan, jika sudah lengkap akan kami sampaikan. Satgas PPKPT Unkriswina Sumba sedang bekerja," jelas Umbu.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Satgas PPKPT Unkriswina Sumba, Pendeta Trince Dondu, juga tidak bersedia menjelaskan terkait pemeriksaan tersebut. Ia beralasan semua informasi hanya melalui Rektor Unkriswina.

"Terkait kasus ini, semua informasi hanya melalui satu pintu. Mohon maaf dan terima kasih," kata Trince singkat.

Kanit PPA Polres Sumba Timur Iptu Ahmad Furqan mengatakan penyidik Polres Sumba Timur belum memeriksa RAL dalam kasus tersebut. Menurutnya, dosen ilmu hukum Unkriswina rencananya dimintai keterangan pekan depan. "Belum (diperiksa), rencananya minggu depan ini," pungkas Ahmad.

Sebelumnya, polisi mengungkap modus pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen Unkriswina Sumba berinisial RAL terhadap mahasiswinya, JMS (20). Dugaan pelecehan tersebut terjadi di rumah RAL di Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT.

"Untuk sementara dari korban mengatakan bahwa awalnya dosen tersebut mengajak korban ke rumahnya untuk membantu buat laporan," ujar Kanit PPA Polres Sumba Timur Iptu Ahmad Furqan, Jumat (29/5).



(iws/iws)










Hide Ads