Aksi para pemain Argentina saat upacara penyerahan trofi Piala Dunia 2026 menuai kontroversi. Usai kalah 0-1 dari Spanyol di final, skuad La Albiceleste kedapatan membelakangi panggung ketika lawannya mengangkat trofi juara.
Dilansir dari detikINET, momen tersebut langsung memicu kritik. Argentina dinilai tidak menunjukkan respek kepada Spanyol yang baru saja memastikan diri sebagai kampiun dunia.
Final yang digelar di New York New Jersey Stadium berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan La Roja lewat gol pada menit ke-106.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil itu mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah. Di sisi lain, Argentina gagal mempertahankan status juara bertahan yang mereka raih pada edisi 2022.
Kontroversi Saat Penyerahan Trofi
Kontroversi terjadi saat prosesi penyerahan medali dan trofi. Setelah menerima medali perak dari Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, para pemain Argentina bergeser ke sisi lapangan.
Ketika para pemain Spanyol naik ke podium untuk menerima trofi, skuad Argentina justru terlihat berdiri membelakangi panggung. Mereka memilih menghadap ke arah tribune yang dipenuhi pendukung Albiceleste.
Momen itu menjadi sorotan karena dianggap sebagai bentuk tidak hormat kepada tim juara.
Komentator talkSPORT Stuart Pearce ikut menyoroti aksi tersebut dalam siaran langsung.
"Ketika Spanyol hendak mengangkat trofi mereka, seluruh pemain Argentina malah berdiri membelakangi pengangkatan trofi. Itu mungkin memberitahu Anda banyak hal, bukan?" kata Pearce.
Rekan komentarnya, Adrian Durham, bahkan melontarkan kritik lebih keras. Ia menyebut tindakan para pemain Argentina itu "tidak berkelas sama sekali".
Sorotan terhadap Argentina semakin tajam karena Spanyol sebelumnya disebut memberikan guard of honour kepada mereka sebagai bentuk penghormatan kepada tim runner-up.
Keributan Usai Final
Kontroversi tidak berhenti di podium juara. Seusai pertandingan, situasi juga sempat memanas akibat keributan yang melibatkan pemain kedua tim.
Leandro Paredes terlibat perselisihan dengan sejumlah pemain Spanyol, termasuk Gavi dan Eric Garcia.
Nahuel Molina juga menjadi sorotan setelah diduga terlibat insiden dengan Rodri. Pemain dari kedua kubu bersama petugas keamanan kemudian turun tangan untuk mencegah keributan semakin meluas.
Ramai Dikritik Netizen
Aksi para pemain Argentina membelakangi panggung saat Spanyol mengangkat trofi langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen menyebut Albiceleste sebagai sore loser atau pihak yang tidak bisa menerima kekalahan.
Ada pula yang menilai sikap tersebut tidak berkelas dan memalukan. Menurut mereka, kekecewaan setelah kalah di final seharusnya tidak menghilangkan penghormatan kepada tim lawan.
"Emang gak berkelas. Sampe final modal wasit + main pukul. Itupun dari 16 besar sampe final harus sampe ET atau menit terakhir baru cetak goal. Lawannya pun team kecil semua," kata @Putrakamanjaya1.
"Argentina pecundang dan pengecut, tidak mau menerima kekalahan, maunya menang sesuai settingan FIFA," tuding @runvayez.
"Merasa paling dewa sepak bola, tapi dari awal juga sudah kelihatan main di comberan. Mereka tidak akan pernah pantas untuk mengangkat tropi Piala Dunia lagi," kata @anreaaara.
"Jiwanya pengecut, maunya menang dengan berbagai cara, entah itu sportif atau kagak," ujar @wahyuarum783.
"Udah main kasar bgt, pake tangan, tekel brutal dll, upacara ga respect, supporter bawa bendera israel, nginjek" bendera inggris, bentangin banner politik, gini aja masih buta buat bela ga kebayang kalo negara lain yg ngelakuin sanksi banyak bgt pasti," ujar @lomickataverse_.